oleh

PEMERINTAH, JANGAN BUAT KAMI TAMBAH MISKIN Oleh : Idat Mustari Pemerhati Sosial dan Agama

-Opini-81 views

Berbuat adil adalah perintah Allah pada manusia. Namun keadilan bagi seseorang bisa berarti ketidak adilan bagi orang lain. Hingga orang pun yakin keadilan sejatinya hanya ada di tangan Tuhan. wacana pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) pada barang kebutuhan pokok (sembako) melalui revisi undang-undang yang tertuang dalam draf revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) mungkin saja dianggap adil bagi pemerintah seperti disampaikan oleh Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo, skema ini memberikan rasa keadilan dengan pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk barang mewah atau sangat mewah. “Juga pengenaan tarif lebih rendah untuk barang-barang dan jasa tertentu yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya dilansir dari Indonesia.go.id, Kamis (10/6/2021). Selain itu, kata dia, PPN 10 persen yang diberlakukan oleh negara saat ini sangat kecil dibandingkan dengan negara negara lainnya. Hal itu yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk menaikan PPN secara umum. Tapi kenaikan ini tak adil bagi masyarakat terutama masyarakat bawah.

Baca Juga  HARUSKAH PINDAH IBU KOTA JAKARTA ???

Sangat wajar jika wacana pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) pada barang kebutuhan pokok (sembako) mengundang berbagai reaksi, salah satunya dari Ketua PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Muhaimin Iskandar, “Saya kira perlu ditinjau ulang. Apalagi kebijakan tersebut digulirkan di masa pandemi dan situasi perekonomian saat ini yang sedang sulit,” demikian dalam keterangan tertulisnya. Kamis (10/6/2021). Muhaimin khawatir, pengenaan PPN bagi sembako akan menciptakan efek domino yang membuat turunnya daya beli masyarakat, terutama dari kalangan pekerja, dan dampaknya perekonomian akan sulit untuk bangkit. Cak Imin menilai kebijakan tersebut akan kontraproduktif dengan semangat pemerintah untuk menekan ketimpangan melalui reformasi perpajakan. Ia pun membandingkan rencana pengenaan PPN itu dengan kebijakan pemerintah yang membebaskan PPN bagi barang impor kendaraan dan properti dengan alasan menggairahkan perekonomian “Itu kan jadi saling bertentangan. Kalau kita ingin perkembangan ekonomi nasional secara agregat, seharusnya jangan tambah beban masyarakat kecil dengan PPN,” ujar Cak Imin. Reaksi Cak Imin wujud dari empati seorang wakil rakyat sekaligus ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berharap kepada pemerintah selalu bisa berpihak kepada rakyat kecil.

banner 970x90

Rakyat kecil sangat tak berharap wacana pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) pada barang kebutuhan pokok (sembako) ini jadi dilaksanakan. Dan jika dilaksanakan maka kemiskinan akan semakin meningkat dikalangan masyarakat. Dan dipastikan masyarakat miskin itu adalah muslim. Sedangkan “ _Kemiskinan itu dekat kepada kekufuran.” Demikan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Na’im. Karena miskin seseorang bisa melakukan kejahatan demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dengarkan suara emak-emak di dapur, suara rakyat kecil yang di kampung—desa, di pinggiran kota, di bantaran sungai yang dengan lirih berkata,” Wahai pemerintah, jangan buat kami tambah miskin

banner 970x90

Komentar

News Feed