oleh

PENGALOKASIAN RTLH DI DESA AMBAR JAYA WAJIB DIPANTAU

 Sukabumi Indoglobenews, 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 243,28 Milyar hal tersebut guna melakukan bedah rumah untuk 13.902 unit rumah yang tidak layak huni di Provinsi Jawa Barat.  ” Kami siap melaksanakan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 13.902 unit rumah yang tidak layak huni di Jawa Barat pada tahun ini 2020 ini , dengan Anggaran yang kami alokasikan untuk Program BSPS di Jawa Barat sebesar yaitu sebesar Rp 243,28 Milyar,” ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II (BP2PJ2), Kiagoos Egie Ismail di Jawa Barat.

banner 970x90

Jum’at (3/7/2020) lalu    Menurut Kiagoos, program BSPS merupakan salah satu upaya Kementerian PUPR dalam rangka mengurangi rumah tidak layak huni di daerah , Untuk itu, pihaknya berharap dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat guna pelaksanaan bedah rumah di lapangan bisa teralokasi dengan baik    Pelaksanaan Program BSPS di Jawa Barat, imbuhnya, dilaksanakan dalam dua tahap yakni tahap pertama sebanyak 10.000 unit dan tahap kedua sebanyak 3.902 unit.

Baca Juga  WAKIL BUPATI SUKABUMI KUNJUNGI DESA LEBAKSARI KECAMATAN PARAKANSALAK DISAMBUT ANTUSIAS WARGA.

Seluruh Program BSPS yang dilaksanakan di Jawa Barat adalah Peningkatak Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) Sedangkan Berdasarkan data yang ada    untuk tahap pertama Program BSPS di Provinsi Jawa Barat yakni 10.000 unit rumah tersebar di Kabupaten Cianjur (2.190 unit), Kabupaten Tasikmalaya (2.575 unit), Kota Tasikmalaya (425 unit), Kabupaten Subang (210 unit), Kabupaten Sukabumi (1.960 unit), Kota Sukabumi (130 unit), Kabupaten Indramayu (1.070 unit), Kabupaten Sumedang (90 unit), Kabupaten Bandung (1.350 unit)   Sedangkan untuk Program BSPS tahap kedua akan dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya (420 unit), Kabupaten Pangandaran (200 unit), Kabupaten majalengka (200 unit), Kabupaten garut (80 unit), Kota Bandung (350 unit), Kabupaten Ciamis (200 unit), Kabupaten Kuningan (100 unit), Kota Cirebon (100 unit), Kabupaten Cirebon (630 unit), Kabupaten Indramayu (370 unit), Kabupaten Cianjur (125 unit),” Setiap unit rumah tidak layak huni yang dibedah mendapatkan bantuan sebesar Rp 17,5 juta.

Baca Juga  JALAN BABAKANJAYA - BOJONGLONGOK PENGHUBUNG TIGA KECAMATAN KINI "LEUCIR NGAGÉLÉSÉR"

Dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembelian bahan material bangunan sebesar Rp 15 juta dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang,” terangnya  Seperti halnya saat ini di desa ambar jaya kecamatan ciambar kabupaten sukabumi sedang adanya pelaksanaan perehaban rumah tidak layak huni, namun dengan adanya perehaban rumah tidak layak huni ini diduga banyak di jadikan ajang politik maupun ajang pemanpaatan untuk mencari keuntungan yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertangung jawab , sehingga program ini perlu adanya pengawasan yang ekstra ketat oleh berbagai pihak ,sehingga program bedah atau perehaban rumah tidak layak huni ini tepat sasaran dan bisa di rasakan manpaatnya oleh masyarakat penerima manpaat tersebut,” hal itu di katakan hadi haryono pemerhati kebijakan publik peduli masyarakat kecil kepada indoglobe news jumaat 6/11/20 HADI berharap baik lapisan masyrakat maupun pihak hukum agar bisa turut serta mengawasi kegiatan program perehaban rumah tidak layak ini , sehingga tidak adanya dugaan penyelewengan anggaran dan bahan matrial yang di kirim kepada penerima manpaat harus betul betul berkualitas , sehingga agar tidak terjadi nya kerugian terhadap keuangan negara ,” beber HADI ( igun) 

banner 970x90

Komentar

News Feed