oleh

GUNUNG MERAPI SIAGA

Status Gunung Merapi telah naik dari waspada (Level II) menjadi siaga (Level III) sejak 5 November 2020 Pukul 12.00 WIB.

Kemarin, Minggu (8/11/2020) terlihat terjadi guguran batu besar di Gunung Merapi. Berdasarkan data laporan Balai Penyelidikan dan pengembangan Tekhnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) per enam jam tercatat aktivitas kegempaan guguran sebanyak 10 dan amplitudo 6-30 mm dengan durasi 19,5-86,12 detik.

banner 970x90

BPPTKG Yogyakarta menyampaikan bahwa ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang didasarkan atas perbandingan aktivitas kegempaan Gunung Merapi dari 30 Oktober 2020 hingga 5 November 2020 dengan pekan sebelumnya, dari 23 Oktober 2020 hingga 29 Oktober 2020.

Baca Juga  PASANGAN CALON PILBUP BLORA ARIEF - TRI SEMENTARA UNGGUL DI SELURUH WILAYAH KECAMATAN

“Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2020).

Dari 30 Oktober 2020 hingga 5 November 2020, kegempaan Gunung Merapi tercatat 193 kali gempa vulkanik dangkal, 1.663 kali gempa fase banyak, sembilan kali gempa frekuensi rendah, 391 kali gempa guguran, 330 kali gempa embusan, dan sembilan kali gempa tektonik.

Sedangkan sejak 23 Oktober 2020 hingga 29 Oktober 2020, dilaporkan terjadi 81 kali gempa vulkanik dangkal, 864 kali gempa fase banyak, 10 kali gempa frekuensi rendah, 367 kali gempa guguran, dan tujuh kali gempa tektonik.

BPPTKG Yogyakarta juga melaporkan terbentuknya kawah dengan volume 200.000 meter kubik yang terbentuk sejak 3 November 2020.

Baca Juga  Kasus Cebolok Banyak Warga Yang Tidak Ber KTP ?

“Berdasarkan analisis foto drone, tidak teramati adanya material magma baru,” sebut Hanik.

Atas peningkatan status Gunung Merapi ini, jalur pendakian ke Gunung Merapi dan wisata Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mulai ditutup.

Pengungsi Mulai Meningkat

Jumlah warga yang mengungsi juga terus bertambah. Menurut info yang didapatkan Indoglobe News,sekitar 200 an orang yang berasal dari dua desa terdekat dengan Gunung Merapi yaitu Desa Tegal Mulyo Kec.Kemalang dan Desa Balerante, Kec.Kemalang mulai mengungsi di balai desa setempat.

Bantuan untuk para pengungsi juga mulai berdatangan, diantaranya dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Klaten yang mendirikan dapur umum, juga BPBD Klaten yang mensuplai logistik. (Red)

banner 970x90

Komentar

News Feed