oleh

Grafik Kasus Aktif Covid-19 Naik, GANJAR PRANOWO : TEMPAT TIDUR DAN ICU MASIH AMAN

SEMARANG-INDOGLOBALNEWS.id
Dalam grafik tren kasus aktif yang tercatat oleh satgas Covid-19, Jawa Tengah disebut mendapat perhatian. Karena menunjukkan peningkatan kasus aktif setiap minggunya. Dari data, pada awal November, Jawa Tengah sempat memiliki kasus aktif 12,19%.

Hal itu dijelaskan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito pada pres rilisnya, kamis (26/11). Pekan ini pun disebut terlihat meningkat drastis hingga mencapai 20,70%. “Mohon, agar betul-betul diperhatikan penyebab utama kenaikan kasus aktif ini. Jadikan momen ini, sebagai momen untuk menurunkan angka kematian dengan memastikan kasus aktif yang ada sembuh seluruhnya,” pesan Wiku. 

banner 970x90

Ia meminta Pemda jangan lengah dan aparat penegak hukum setempat untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan oleh masyarakat. Pemda provinsi prioritas juga diminta untuk memprioritaskan penanganan Covid-19 kabupaten/kota yang menyumbang terbesar dalam peningkatan kasus positif. 

Baca Juga  Meski "Fasilitas Tertinggal", Gulat Jawa Tengah Tetap Semangat Tumbuhkan Atlet Baru

Sementara itu perihal data kasus aktif Covid-19 di Jawa Tengah sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan ada disparitas data antara Satgas Covid Nasional yang menyatakan angka kasus aktif Covid-19 capai 10.464. Disebutkan kasus aktif Covid-19 di Jateng hingga Selasa (24/11/2020) adalah 7.463 kasus. 

“Saya kaget, katanya paling tinggi. Bayangkan, bedanya banyak sekali sampai 3.000 data. Kalau besok dimasukkan dalam rilis angka 3.000 itu, pasti gedhe, pasti meningkat,” terang Ganjar Pranowo di Kantor Pemprov Jateng, (24/11).

Kepada wartawan Ganjar mengatakan, sangat dimungkinkan delay (keterlambatan) input data. Ia  menyebut, dari pengecekan tanggal 1-10 November 2020, ada 809 data delay yang ditempelkan sebagai data tambahan.

Baca Juga  "BLT Dana Desa (DD) Th 2020 Desa JAMUS patut dipertanyakan".

Ia juga menyebut, tingginya angka positif corona, karena jumlah tes usap (Polymerase Chain Reaction) yang tinggi. “Meski kasus tinggi, namun untuk tempat tidur dan ICU masih aman,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo membenarkan ada perbedaan data antara Pemrov Jawa Tengah dengan pusat. “Kita akan terus berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan itu,” ungkapnya kepada awak media.

Editor : Yahman
Wartawan : Moh Wahyu Hamijaya

banner 970x90

Komentar

News Feed