oleh

Dugaan Penyimpangan Proyek Miliaran di RSUD Al Ihsan

banner 970x90


BANDUNG, IGN Jabar – Pelaksanaan kegiatan milirian rupiah yang bersumber dari
APBD Jabar tahun angggaran 2019 di RSUD Al Ihsan, diduga berindikasi KKN. Dari
informasi dan data yang diperoleh IGN Jabar, Pengadaan Kamar Operasi Modular
Operating Teater yang tercantum pada Belanja Modal tersebut, dalam pelaksanaannya
diduga terjadi mark up.


Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tahun
anggaran 2019, ditemukan kelebihan bayar ratusan juta rupiah atas kekurangan volume
dalam pelaksanaannya.

banner 970x90


Pengadaan Kamar Operasi Modular Operating Teater ini untuk memenuhi kebutuhan
sarana dan prasarana ruang operasi sesuai kebutuhan operasi sesuai dengan
kebutuhan pelayanan, yang terdiri dari panel modular, ruang operasi dan system
integrated yang meliputi 30 item pekerjaan.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT AYN berdasar surat perjanjian kontrak
No.17/010/19.05/1029/SP/PPK/VII/2019. Sedangkan konsultan pengawas, yakni CV
Mhn. Namun sangat disayangkan, dalam pelaksanaannya diduga terjadi mark up atas
kekurangan volume pekerjaan.

Baca Juga  Aku Tak Rela Narkoba Merasuk dan Merusak Anak Bangsa ini


Hal ini jelas merupakan perbuatan melawan hukum yang terdapat pada Undang
Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang
Bersih dan Bebas KKN; Peraturan Presiden RI No.16 tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang dan Jasa; serta syarat-syarat umum ketentuan kontrak (SSUK).


Dalam kaitan tersebut, Direktur RSUD Al Ihsan yang dikonfirmasi secara tertulis,
hingga pemberitaan ini belum memberikan keterangan resmi secara tertulis untuk
publikasi. Dugaan mark up yang menjadi temuan BPK RI, diduga merugikan negara
ratusan juta rupiah. Temuan ini layak ditindaklanjuti ke ranah hukum. (IGN Jabar). Editor (Idat).

Komentar

News Feed