oleh

Dadang Supriatna itu Petarung Sejati

-Politik-75 views

Oleh Idat Mustari
Mantan Pengurus KNPI Kab Bandung dan KNPI Jabar

Dadang Supriatna calon Bupati Kabupaten Bandung 2020-2025 merupakan petarung sejak muda. Ia yang lebih akrab disapa DS, tak berlebihan jika saya memberikan acungan jempol.

Izinkan saya bercerita sedikit pengalaman saya ketika melihat DS. Ia merintis karir sebagai kepala desa, merebut kursi ketua KNPI kabupaten Bandung. Ia pun dua kali dilantik sebagai anggota dewan Kabupaten Bandung hingga lolos sebagai menjadj anggota DPRD Propinsi Jabar. Ini tentu bukan hal yang mudah meraihnya, butuh perjuangan, butuh keringat dan air mata.

Ketika peluit Pilkada kabupaten Bandung di tiup, DS mencalonkan diri sebagai cabub dari partai Golkar yang membesarkannya. Hasil survei di partai internal Golkar DS mendapatkan score tertinggi.

Baca Juga .....  Demokrat Bantah Telah Beri Rekomendasi H.Arifin Maju Pilkada Bima

Akan tetapi, politik memang bukan hitungan angka, bukan pula logika objektif tapi politik sangatlah cair dan sulit ditebak. Tiba Tiba Nia  istri Kang DN, Bupati saat ini– pun ikut mencalonkan. Padahal jauh jauh hari, Kang DN  berseloroh tidak akan mengijinkan istrinya untuk jadi kandidat Bupati kab bandung. Seperti yang dilansir di beberapa media.

“Ibu Nia (sapaan karib istrinya), saya selaku suaminya tidak mengizinkan jadi bupati,” kata Dadang di Soreang, Senin (11/11/2019).

Ia mengaku DPD dan DPP meminta istrinya untuk maju menjadi calon bupati menggantikannya.

“Alasannya ada survei yang sudah menunjukkan ke arah sana tapi saya bilang tidak,” jelasnya.

Dadang mengungkapkan alasannya, sebagai kepala keluarga ada dua hal yang menjadi pertimbangannya melarang istrinya maju pada Pilbup 2020 mendatang.

Baca Juga .....  HASIL SURVEY TERAKHIR SMRC, BENYAMIN DAVNIE LEBIH UNGGUL

“Pertama saya memberikan kesempatan kepada kaum pria. Bukan masalah gender ampun paralun, tapi saya masih meyakini ‘Arrijalu Qowwamuna Alannisa’ (laki-laki adalah pemimpinan), itu dari keluarga,” ungkapnya.

Alasan kedua, ia melarang Nia maju karena khawatir akan ada gonjang-ganjing dari masyarakat terkait dinasti politik. Di samping itu menurutnya sangat berat menjadi seorang Bupati Kabupaten Bandung terlebih bagi seorang perempuan.

Kemudian Golkar pun menjatuhkan pilihannya pada Nia. DS pun terpanting dan harus menerima keputusan ini.

Alih -alih DS bakal berhenti kenyataanya tidak. Jiwa politik nya  memacu andrenalinnya untuk tidak mudah menyerah.

Skenario Allah berpihak padanya. Kemudian DS bisa mencalonkan sebagai Bupati dari partai PKB bahkan Partai Demokrat, Nasdem, PKS pun mendukungnya.

Baca Juga .....  KPU Kabupaten Kotim : Sudah 4 Nama Berkonsultasi Untuk Jalur Independen

DS memang luar biasa, ia berani mempertaruhkan jabatan sebagai anggota DPRD Jabar sebagai syarat bagi dirinya untuk bisa mencalonkan sebagai Bupati Kab Bandung. Rasa-rasanya kalau mental bukan petarung pasti akan mikir sejuta kali untuk bisa seperti Dadang Supriatna. Inilah saya pikir point penting untuk kita semua pertimbangkan.

DS akan berjuang untuk kesejahteraan warga masyarakat kabupaten Bandung. Ia akan bertarung demi pembagunan yang merata dan pemberdayaan masyarakat yang unggul.

Memang seperti Kata bijak Sutan Syahrir,
“Hidup yang tak pernah dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan.” DS telah melakukannya, ketika tidak semua orang bisa melakukannya. Maka pantas dan wajar jika DS bisa jadi pemenangnya. Insya Allah.

Komentar

News Feed