oleh

BAHASA HATI BAHASA UNIVERSAL

-Agama-46 views


Oleh : Idat Mustari

Manusia adalah mahluk yang Allah SWT  ciptakan paling sempurna dibandingkan dengan mahluk lainnya yang ada di muka bumi ini.  Meskipun asal usul manusia berasal dari satu nenek moyang Adam dan Hawa, tetapi kemudian keberadaanya di muka bumi beraneka ragam suku, warna, kulit hingga agama. Itu semua adalah kenniscayaan di muka bumi.

banner 970x90

Perbedaan suku, bangsa agama bukan kehendak manusia, melainkan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai pencipta manusia dan seluruh kehiupan yang ada di muka bumi. Kalau saja Allah mau menjadikan manusia itu hanya satu suku, satu agama, satu bahasa bisa saja tapi Dia (Allah) tak menghendakinya. (QS. An-Nahl : 93).

Allah SWT menciptakan manusia dalam keberanekaragaman suku,bangsa,tentu tidak dengan maksud agar saling menghakimi, saling memusuhi melainkan saling mengenal, sebagaimana termaktub dalam Alquran Allah SWT berfirman:  ““Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” ( QS. Al-Hujurat :13).

Baca Juga  INGIN JADI ORANG KAYA Oleh : Idat Mustari

Salah satu untuk mengenal satu sama lain meskipun berbeda suku,asal Negara sekalipun adalah melalui bahasa. Melalui Bahasa manusia bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya. Bahkan sering kali kita menyaksikan ketika berada di luar negeri. Kita bisa berbicara dengan orang asing tanpa kata hanya dengan bahasa isyarat tapi bisa saling mengerti. Itu terjadi antara kita dengan orang asing tersebut menggunakan bahasa hati.

Hatilah yang membuat kita bisa memahami isyarat mereka, begitupun sebaliknya. Hati nurani mampu menterjemahkan kata-kata yang tak terucapkan. Hati nurani adalah suara yang jujur, damai dan indah. Mungkin pula karena kita saat ini lebih banyak berbicara dengan orang lain menggunakan lidah ketimbang hati nurani yang membuat sering berbeda pendapat, bertengkar, bertubrukkan antara satu sama lainnya.

Baca Juga  MENGENAL-MU Oleh : idat Mustari

Tak jarang karena berbeda memahami sebuah kata terjadi kesalah pahaman yang justru hampir saja merengut nyawa seorang tukang gali sumur seperti di cerita berikut :
Ketika Orang Betawi sedang membangun rumah, biar air tetap mengalir dia ingin mempunyai sumur sendiri. Dipanggil lah tukang gali sumur yang ternyata dia orang Sunda. 

Betawi : “Kang kalo cape gali sumur nya nanti istrahat dulu yah, santai saja.” (teriak orang Betawi setelah menjelang siang)
Sunda : “Oh, Iyah Pak.” (Jawab Tukang gali di dalam sumur)
Betawi: “Oh okey.”

(Setelah sejam kemudian dipanggil lagi).
Betawi: “Kang, Kaang, udah istrahat, makan dulu !”
Sunda : “Nya Taraje ( alat untuk naik tangga yang terbuat dari kayu), tapi kedengaran sama orang betawi “Tar aje”
Betawi: “Oh ya udah.” (Bener-bener nih orang sunda bagus giat kerjanya, ditawarin makan ga mau kalo belum beres).

Baca Juga  GERHANA BULAN PESAN DARI-NYA Oleh : IDAT MUSTARI Pemerhati Sosial dan Agama

(Selang 1 jam kemudian orang Betawi memanggil lagi).
Betawi : “Kang, Kaang, ayo udah jangan diterusin istrahat dulu !” (Krik…kriiiik, hening ga ada jawaban).
Betawi : “Kang, Kaaang.” ( Mulai panik ).
Pas diliat ke dalam orang Sunda itu sudah terkapar pingsan. Orang betawi panik meminta pertolongan untuk mengangkat orang Sunda itu.
(Setelah siuman).
Sunda : (Marah-marah sambil nunjuk orang betawi) “Ari sia kunaon ceuk aing ge TARAJE, TARAJE. Nyaho teu Taraje! Tangga tau, saya minta tangga udah gak kuat dari tadi kepala pusing, pengen naik ke atas
🙏🤭🤭🤭

*Pemerhati Sosial, Agama dan  Advokat

banner 970x90

Komentar

News Feed