oleh

Polisi Tegaskan Penyalahgunaan Listrik di Sawah untuk Jebakan Tikus Berisiko Dipidana

-Nasional-87 views

Semarang-Indoglobe News

banner 970x90

Polisi mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan izin pemasangan listrik khususnya di persawahan. Hal ini dikarenakan adanya sejumlah korban jiwa akibat tersengat jebakan tikus berlistrik di persawahan.

“Sudah banyak korban jiwa yang meninggal akibat jebakan listrik di persawahan. Di Sragen, Kudus dan beberapa daerah lain. Terakhir seminggu lalu, Hadi Sukarno, 65, warga Patihan Sidoharjo, Sragen meninggal karena jebakan listrik. Dia menjadi korban ke 23 kasus seperti sejak 2020 di Sragen” Kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy dalam keterangannya, Minggu (9/1).

Ia menjelaskan, kebanyakan kasus seperti ini bermula dari penyalahgunaan izin pemasangan listrik oleh warga. Izin yang semula digunakan untuk pemasangan pompa air persawahan, tapi digunakan juga untuk memasang kawat listrik jebakan tikus.

Baca Juga  Anies Baswedan: 29 Ribu Orang Isoman dan 13.900 Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

“Jatuhnya korban jiwa karena jebakan listrik seperti itu patut disayangkan. Pemasangan jaringannya bisa jadi tidak sesuai prosedur keselamatan dan ilegal” Jelasnya.

Ia menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi tentang teknis izin pemasangan listrik di persawahan. Pengajuan izin tersebut harus melewati beberapa tahap, seperti mengurus surat perizinan berusaha berbasis risiko yang dikeluarkan dari Kementerian Investasi/Kepala Badan Penanaman Modal atas rekomendasi dinas di Pemda.

“Untuk pengurusan izin bisa diperoleh secara online. Selanjutnya, mendaftar ke PLN dengan menyertakan surat pernyataan bahwa listrik akan digunakan sesuai ketentuan” Sebutnya.

“Adapun pernyataan yang ditulis adalah untuk menggunakan sesuai peruntukannya yaitu untuk pompa air guna mengaliri sawah” Sambungnya.

Namun dalam banyak kasus dan kenyataannya, sejumlah warga menggunakan listriknya tidak hanya untuk memompa air. Akan tetapi juga untuk memasang jebakan tikus.

Baca Juga  Ketua Pelaksana Pastikan Pinjaman Ancol ke Bank DKI Rp1,2 T Bukan untuk Formula E

“Menghilangkan nyawa orang lain seperti itu melanggar Pasal 359 KUHP yang berbunyi barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun” Tegasnya.

Setiap orang yang berniat memasang jebakan listrik, lanjut Iqbal, harus mengurungkan niatnya itu. Karena, melanggar aturan dan membahayakan nyawa orang lain.

“Itu pelanggaran dan berkonsekuensi pidana. Siapa yang masih melanggar, beresiko dipenjara” Tutupnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mencatat 23 orang di wilayah hukumnya meninggal dunia akibat jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan sejak 2020. Pemasang jebakan dikenakan pasal pidana karena menyebabkan kematian orang lain.

Baca Juga  DELAPAN TERSANGKA KEBAKARAN KEJAGUNG

“Itu pelanggaran dan berkonsekuensi pidana. Menghilangkan nyawa orang lain seperti itu melanggar Pasal 359 KUHP yang berbunyi barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun” Kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy, Sabtu (8/1).

Dia mengatakan, sudah banyak warga yang meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus di sawah. Kasusnya mencuat di Kabupaten Sragen, Kabupaten Kudus dan sejumlah daerah lainnya.

Bahkan, pekan lalu ada warga Patihan Sidoharjo, Sragen yang tersengat jebakan tikus saat berada di sawah. “Terakhir seminggu lalu, Hadi Sukarno, warga Patihan Sidoharjo, Sragen meninggal karena jebakan listrik. Dia menjadi korban ke 23 kasus seperti sejak 2020 di Sragen” Ujarnya.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed