oleh

APBD 2021 Pemkot Semarang Sudah Disiapkan, Untuk Penanganan COVID-19

Semarang – indoglobenews.co.id
Pandemi Covid-19 di Tanah Air belum juga usai. Hingga jumat 4 Desember 2020, secara nasional, total angka positif Covid-19 telah mencapai 563.580 orang. Selama ini, data positif Covid-19 setiap hari terus bertambah. Dan kemungkinan, hari ini pun, data positif covid-19 masih terus bertambah. Pandemi ini masih belum jelas kapan akan berakhir. Masyarakat sendiri masih terus bertanya-tanya, kapan mereka bisa beraktivitas normal kembali seperti sebelum pandemi.

Melalui berbagai kebijakan, dari pemerintah pusat hingga daerah berfokus dalam menuntaskan pandemi ini. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran belanja ke penanganan Covid-19, juga membuat berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid ini, seperti PSBB di Jakarta, atau PKM di Kota Semarang.

banner 970x90

Hingga saat ini, angka positif covid masih belum menunjukkan penurunan. Masyarakat tentu saja tidak bisa hanya duduk diam di rumah, meski ada himbauan “di rumah saja”. Mereka butuh bergerak, agar dapur tetap mengepul dan demi berputarnya roda prekonomian.

Baca Juga  Lakukan Undian Zonasi, Pemkot Semarang Tegas Sesuai Rencana Awal

Masih ditambah lagi ada kegiatan di bawah undang-undang yang tetap harus berjalan dengan melibatkan rakyat banyak, yaitu pilkada, yang tentu dalam pelaksanaannya nanti tetap harus mengedepankan protocol kesehatan. Nah, jadi dibutuhkan kebijakan-kebijakan strategis demi menjaga dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Terkait anggaran (APBD, red) tahun 2020, seperti disampaikan oleh Kadar Lusman, Ketua DPRD Kota Semarang dalam Prime Topic Dialog Parlemen di Hotel Noorman, Semarang, Senin (7/12/2020), masing-masing SKPD, dalam penggunaan anggaran 2020 hampir 90 persen digunakan untuk penanganan pendemi Covid-19.

“Untuk angaran tahun 2021 sudah disiapkan untuk penanganan Covid-19. Karena kita tidak bisa memprediksi kapan pendemi ini akan berakhir. Syukur-syukur tahun 2021 nanti sudah berakhir. Tapi apa salahnya anggaran itu dipersiapkan,” jelas Kadar Lusman.

Baca Juga  Hasil Musorkablub 20/2/2021 Dianggap Tidak Sah Ciderai Dunia Organisasi Olahraga

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, bahwa fokus anggaran tahun 2020 penggunaannya untuk penanganan pendemi Covid-19. Seperti contoh kasus adalah pemeriksaan swap tes

“Kita tahu. Sekali test swab itu kan biayanya sekitar Rp 900 ribu. Bayangkan jika yang melakukan tes itu 500 orang. Kan hampir Rp 5 M. Belum lagi untuk perawatan pasien di rumah dinas,” tutur Hakam sebagai pembicara kedua dalam kegiatan yang sama menggantikan Sekda Kota Semarang yang berhalangan hadir.

Sementara Retna Hahani, dosen Fisip Undip, yang juga sebagai narasumber, lebih melihat fenomena Covid dan kebijakan publik. Hal itu menurutnya, harus lebih berorientasi pada penanganan Covid 19, baik secara ekonomi maupun sosial. Terutama saat hari H Pilkada. Sebab, saat pencoblosan, orang berkumpul di TPS, dianggap seperti layaknya bunuh diri massal akibat adanya pendemi Covid-19 ini.

Baca Juga  Selama Dua Hari, Tim Gabungan Dan Ditresnarkoba Polda Jateng Lakukan Operasi Di Beberapa Titik

“Harapannya, para pemilih tetap sehat, karena dianggap seperti bunuh diri massal. Oleh sebab itu, Pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah yg konkrit dan riil saat masyarakat berkumpul memberikan suaranya di TPS,” tandas Hahani.

(Syailendra)

banner 970x90

Komentar

News Feed