oleh

Alasan Sakit, Ferdinand Hutahaen ajukan Permohonan Penangguhan Penahanan

Jakarta-Indoglobe News

banner 970x90

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Nantinya, pihak kuasa hukum yang akan menjadi penjaminnya.

Demikian dikatakan Kuasa Hukum Ferdinand, Zaky Rasidik seraya menambahkan akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Pertama adalah mungkin permohonan penangguhan penahanan. Karena tentu klien kami ini ada riwayat sakit ya, sehingga mungkin permohonan penangguhan itu perlu untuk kami lakukan,” tutur Zaky kepada wartawan, Selasa (11/1).

Menurut Zaky, pihaknya menjamin Ferdinand kooperatif dalam menjalani setiap proses hukum. Kliennya pun melibatkan keluarga sebagai penjamin penangguhan penahanan itu.

Baca Juga  Geledah Kediaman Bupati Banjarnegara, Penyidik KPK Temukan Bukti Korupsi

“Baru akan kami ajukan, Insyaallah besok,” kata Zaky

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus ujaran kebencian. Ferdinand Hutahaean menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.30 Wib sampai pukul 21.30 Wib.

Dalam kasus ini, penyidik juga telah memeriksa 17 saksi fakta dan 21 saksi ahli. Keterangan para saksi disingkronkan dengan barang bukti.

Berdasarkan hasil gelar pekara yang dilakukan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri pada Senin (10/1) malam. Diputuskan ada dua alat bukti permulaan untuk meningkatkan status Ferdinand dari saksi menjadi tersangka.

“Tim penyidik Ditsiber telah mendapatkan 2 alat bukti sehingga menaikkan status saudara FH dari saksi menjadi tersangka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (10/1) malam.

Baca Juga  Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Unud, Polda Bali Dorong Korban Melapor

Ferdinand ditersangkakan melanggar Pasal 14 Ayat 1 dan 2 peraturan hukum pidana Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 kemudian, Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang ITE.

“Ancamannya secara keseluruhan 10 tahun,” terang dia.

Ramadhan menerangkan, penyidik juga telah menerbitkan surat perintah penahanan. Sehingga, Ferdinand resmi menjadi tahanan Rutan Jakarta Pusat Cabang Mabes Polri selama kurun waktu 20 hari ke depan.

“Setelah itu dilakukan pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kemudian penyidik melakukan, untuk tindak lanjut penyidikan penyidik melakukan proses penangkapan dan dilanjutkan penahanan,” katanya.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed