oleh

YAYASAN AL KHORIYAH SEMARANG DI DUGA MELANGGAR PERDA NO.1 TAHUN 2007 KOTA SEMARANG

Editor : YHMN | Wartawan : Moh Wahyu Hamijaya

SEMARANG – IndoGlobeNews.co.id
Perihal dugaan penelantaran anak didik dari pihak Yayasan Al Khoriyah Semarang, dikarenakan anak didik Al Khoriyah tidak memberi akses ujian daring. Kesektaritaan berkilah bahwa hal itu benar namun disampaikan anak didik di Al Khoriyah masih tetap mendapat kesempatan ujian Penilaian Akhir Semester (PAS).

banner 970x90

Dikatakan Wahyu Rohadi, Kepala Kesektariatan mewakili Yayasan Al Khoriyah bahwa anak didik yang belum bisa mengikuti ujian PAS karena belum membayar SPP atau dana pendidikan bulanan bisa mengikuti di tahap gelombang 2.

“Yang ikut saat ini memang baru di gelombang 1, dan yang belum bayar bisa ikut di gelombang 2 tanpa diberikan remidi,” katanya pada IndoGlobeNews Jateng, Kamis siang (10/12).

Baca Juga  Cuaca di Semarang Buruk, 2 Pesawat Mengalihkan Pendaratan di Bandara Solo

Ditanya soal perbedaan penempatan posisi ujian namun soal ujian sama, disebut sudah menjadi kesepakatan bersama dari para pengurus Yayasan. “Pengurus yang memutus mekanisme itu, jadi kami hanya meneruskan,” kilahnya.

Sementara saat di klarifikasi mengenai tidak diterbitkannya informasi kepada wali murid dan secara sepihak tidak memberikan link ujian secara daring, wahyu rohadi beralasan iti wewenang wali kelas masing-masing.

“Itu wali kelas yang seharusnya menginformasikan, kami tidak tahu,” jelas kepala kesektaritan yang sudah 12 tahun bekerja di Yayasan.

Kemudian mengenai Dana BOS, disebut dirinya pihak yayasan menerima itu dan kejelasannya ada di pengurus Yayasan terkait. “Ada dana bos. Dan sudah di salurkan,” jelasnya.

Baca Juga  Larangan Mudik Tahun Ini, Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke- 61 Ajak Masyarakat Ikuti Anjuran Pemerintan

Untuk informasi sebelumnya, pihak Yayasan Al Khoriyah secara sepihak belum memberikan informasi terkait link ujian PAS kepada wali murid yang belum melunasi Dana Pendidikan. Ketika disambangi para wali murid baru diinformasikan bahwa bisa mengikuti PAS gelombang 2.

Hal ini termaktub pada Perda Kota Semarang No.1 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kota Semarang. Disebut pada pasal 2a tentang Pemerataan kesempatan pendidikan. Ada dugaan Yayasan Al Khoriyah Semarang langgar Perda tersebut. (*)

banner 970x90

Komentar

News Feed