oleh

Terjaring OTT, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tiba di Gedung KPK

Jakarta-Indoglobe News

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1) siang. Pepen tiba sekitar pukul 23.00 WIB.

banner 970x90

Berdasarkan pantauan merdeka.com, Pepen dibawa menggunakan mobil hitam. Politikus Partai Golkar itu, terlihat keluar mobil dibarengi dengan kawalan dari tim penyidik KPK dengan tangan tanpa diborgol. Pepen memakai rompi berwarna biru berlogo Nike dan celana jeans biru tua.

Ketika dihampiri awak media, Pepen memilih bungkam. Dia hanya tertunduk dan lantas memasuki gedung KPK untuk kemudian menaiki tangga ke atas.

Baca Juga  Peserta Aksi di KLHK yang Sempat Diamankan akan Dipulangkan Usai Pendataan

Pepen segera kembali menjalani pemeriksaan. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum usai yang bersangkutan diamankan.

Sebelumnya, KPK dikabarkan menangkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Kepala daerah itu terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bekasi bersama pengusaha. Keduanya diperiksa secara insentif dan akan dibawa ke gedung KPK.

Sumber di KPK mengatakan yang ditangkap adalah wali kota. “Wali Kota yang diamankan,” kata sumber tersebut kepada Liputan6.com, Rabu (5/1).

Ketua KPK Firli Bahuri tak menampik tim penindakannya mengamankan Rahmat Effendi terkait OTT tersebut. Firli meminta publik untuk bersabar.

“Betul ada tangkap tangan di Bekasi, kita masih bekerja. Tolong bersabar beri waktu untuk kami bekerja,” ujar Firli.

Baca Juga  Polres Cianjur Ungkap Kasus Narkotika Dan Mengamankan 9 Orang Pelaku Pengedar Dan Pemodal

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron juga tak menampik saat ditanya soal Rahmat Effendi yang ditangkap KPK. “Benar KPK telah melakukan giat tangkap tangan di wilayah Bekasi, Jawa Barat,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Mereka yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penindakan KPK. “Kami saat ini sedang memeriksa para pihak untuk membuat terang dugaan tindak pidana korupsi yang sedang kami selidiki,” kata Ghufron.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed