oleh

Sekretaris GNPK Jateng Prihatin Masih Maraknya Dugaan Politik Uang di Pilkada Jateng.

Semarang-indoglobenews.com Sekretaris Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Jawa Tengah, Rahmat Da’wah prihatin atas masih maraknya dugaan politik uang di Pilkada serantak Jateng Tahun 2020. ,”Sesua hasil informasi dari Pengurus Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah yang melaksanakan Pilkada ditemukan masih maraknya dugaan politik uang untuk kemenangan Calonnya,” ungkap Pria yang juga Wakil Ketua LPBH NU Jateng. (Jum’at,11/12).

Bahkan Rahmat juga menyampaikan hasil investigasinya ada salah satu pasangan calon ( Paslon) yang menghabiskan dananya dalam semalam mencapai Rp 25 Miliar,” Saya dapat info dari salah seorang Tim Relawan salah satu Paslon di salah satu Kabupaten di Pilkada Jateng yang mengeluarkan dana mencapai Rp 25 Miliar untuk 450 ribu amplop,” imbuhnya. Selanjutnya Rahmat juga menilai Pilkada serentak Jateng Tahun 2020 ini masih didominasi politik transaksional,” Jujur saya prihatin atas kondisi Pilkada Jateng saat ini, karena hanya Paslon yang memiliki uang banyak yang bisa jadi, ini mestinya menjadi evaluasi untuk menentukan regulasi Pilkada dimasa yang akan datang. Oleh karena bolanya ada di Bawaslu untuk segera menyampaikan kepada Publik atas temuan-temuannya,” pungkas Pria yang juga Mantan Ketua PPD II/KPUD Kendal ini menutup perbincangannya kepada Media ini.

banner 970x90

Diketahui Pilkada serentak di Jawa Tengah Tahun 2020 ini meliputi 21 Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah. Dan pelaksanaannya disemua daerah dinilai cukup aman dan terkendali berkat pengamanan dari Aparat Keamanan yang memang telah mengantisipasinya dari berbagai gangguan. Namun sayangnya Pilkada yang merupakan Pesta Rakyat Daerah ini justru masih dicederai dengan Politik Transaksional yang bisa memicu Korupsi berkepanjangan yang bisa menggerogoti Keuangan Negara. (Syailendra/TIM)

banner 970x90
Baca Juga  Kunjungan Tim Ahli Satgas Nasional Covid-19 Di Kabupaten Blora.

Komentar

News Feed