oleh

Sebagian Nasabah KSP Indosurya Masih Kecewa Soal Solusi Perdamaian

-Nasional-181 views

JAKARTA – Persoalan antara Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) Indosurya Cipta dengan nasabah/kreditur berujung damai, setelah proposal perdamaian yang ditawarkan KSP Indosurya disetujui oleh mayoritas anggota.

Menurut Kuasa Hukum nasabah KSP Indosurya, Wardaniman Larosa, Finsen Mendrofa dan Renatus Reno Gulo yg berkantor di WLP Law Firm, pihaknya mengaku kecewa dengan adanya solusi perdamaian antara pihak nasabah dengan koperasi.

banner 970x90

Bukan tanpa alasan, solusi perdamaian yang diambil dari voting itu dinilai Wardaniman bukanlah satu hal penyelesaian yg dikendaki oleh sebagian para kreditur, justru hanya menjadi pihak koperasi untuk mengulur-ulur waktu pencairan uang nasabah yang sudah masuk di KSP Indosurya.

Baca Juga  Hadirkan Saksi Ahli Sidang Rizieq Shihab,Jaksa Tolak Pandangan Refly Harun dan 3 Saksi Lainnya

“Memang sudah ada proposal penawaran baru yang ditawarkan KSP Indosurya kepada Kreditur, akan tetapi menurut kami sangat jauh dari harapan klien kami dan terlebih-lebih uang para kreditur tersebut rencana akan mereka digunakan untuk biaya dan investasi untuk hari tua. Koperasi juga seharusnya memprioritaskan pembayaran untuk kreditur yang sakit, lansia atau yang sangat membutuhkan dana (very urgent condition). Hal ini bisa menjadi alasan tertentu untuk menyelesaikan uang nasabah,” kata Warda Larosa biasa Advokat ini disapa saat menyampaikan keterangannya ke hadapan wartawan di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Meski sudah berdamai, dan tak ada lagi alasan untuk kembali mengajukan PKPU terhadap KSP Indosurya, terkecuali KSP Indosurya ingkar janji atas perdamaian sebagaimana telah disepakati. Wardaniman mengaku akan mencari celah hukum lain agar proses hukum berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga  Jokowi Tambah Anggota Komite Privatisasi BUMN

“Kita akan melihat celah hukum lainnya, bilamana ada temuan dugaan kreditur fiktif dan tindak pidana lain, maka kami akan pasti mengambil tindakan hukum sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia,” tegas Warda sembari mengakhiri. FRANC

banner 970x90

Komentar

News Feed