oleh

Ridwan Kamil Minta Maaf atas Situasi Pandemi: Saya Paham Kesulitan yang Dihadapi

Bandung-Indoglobe News

banner 970x90

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf kepada warganya atas ketidaknyamanan situasi pandemi COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengakui pandemi COVID-19 yang belum ada tanda-tanda akan berakhir ini bukanlah situasi yang mudah bagi banyak orang.

“Beberapa minggu ke belakang ini bukan situasi yang mudah bagi kita semua. Saya memohon maaf atas situasi yang tidak nyaman ini dan memahami kesulitan yang dihadapi,” ucap Emil dikutip dari akun Twitternya, Selasa (20/7).

Untuk memastikan kebutuhan sehari-hari warganya tetap terpenuhi, Emil memastikan Pemprov Jabar akan terus berupaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga  Warga Desa Cihanjuang KBB Harus Melek Teknologi.

“Bansos sudah mulai dicairkan dan dibagikan kepada mereka yang berhak baik dari pusat, provinsi maupun kota/kabupaten,” tuturnya.

Selain bansos yang sudah mulai disalurkan, Emil juga menyampaikan kabar balik lainnya, yakni keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di Jabar yang sudah turun di bawah 80 persen.

“Keterisian rumah sakit untuk pasien COVID juga alhamdulillah terus turun, sebelumnya 90,69 persen sekarang turun ke 79,5 persen. Semoga terus turun dan makin terkendali,” tuturnya.

Emil juga mengimbau seluruh warganya untuk memanfaatkan momen Idul Adha ini agar bersilaturahmi secara online dan beraktivitas di rumah saja. Termasuk membagi waktu pemotongan hewan kurban agar tidak terjadi kerumunan.

Baca Juga  Ingin Kelola Sumur Migas Marginal, Ridwan Kamil Minta Arahan Menteri ESDM

Sebab, ia menyadari ancaman penularan COVID-19 masih berpotensi terjadi di mana dan kapan saja.

“Mari kita manfaatkan 3 hari tasyrik (rabu, kamis, jumat) agar tidak bertumpuk di satu hari saja dan juga manfaatkan rumah pemotongan hewan dalam melaksanakan kurban. Insyaallah sama amal dan pahalanya,” tutup Emil.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed