oleh

Rabat Beton Desa Mamminasae Patut Duga Di Kerjakan ” Asal Jadi “

Bone Indoglobenews

Pekerjaan jalan rabat beton desa mamminasae, kecamatan lamuru, kabupaten bone sulawesi selatan (Sulsel) di nilai di kerjakan asal jadi patut di duga tidak sesuai bestek.

banner 970x90

Hasil pemantauan di lakukan wartawan media ini kamis, 06/01/2022 sekira pkl 12 : 01 waktu setempat terpantau banyaknya kerusakan bangunan yang telah mengalami keretakan yang signifikan.

Bahkan pada bagian permukaan badan jalan tersebut tampak mulai terkelupas dan berdebu, belum lagi badan jalan rabat itu banyak mengalami keretakan padahal “belum cukup umur”

Hal ini di duga terjadi di sebabkan karena lemahnya pengawasan di lakukan oleh pihak yang terkait di antaranya, dinas pemberdayaan masyarakat desa (PMD) kabupaten bone dan konsultan pengawas.

Baca Juga  Diduga terjadi Kejahatan dan penyalahgunaan wewenang oleh Petinggi Satpol pp Kabupaten Gowa

Warga setempat, di mintai keteranganya oleh wartawan media ini mengatakan iye , baru dua bulan ini selesai di kerjakan menggunakan dana desa masih baru katanya.

Keretakan yang terjadi pada bangunan tersebut karena di duga pelaksanaanya tidak di laksanakan berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB) sebagaimana bangunan ini baru memasuki awal tahun 2022 yang terselesaikan akhir tahun anggaran 2021 lalu alias “belum cukup umur” akan tetapi tingkat kerusakanya mulai parah.

Sementara , Hj.Karmida ismail S.sos, kepala desa (Kades) mamminasae ingin di konfirmasi wartawan terkait proyek rabat beton yang alur dananya bersumber dari dana desa (DD) desa mamminasae tahun anggaran 2021 ketika itu kades mamminasae sedang tidak ada di kantor desa.

Baca Juga  Ratusan batik siborita warnai pesisir pantai Topejawa

Cari siapa, ? Kalau cari ibu desa, ibu desa belum masuk kantor , kata sumber di kantor desa mamminasae.

Sekertaris desa (Sekdes) desa mamminasae yang di mintai keteranganya kepada wartawan mengatakan ” kalau keretakan yang terjadi pada rabat di sana mungkin karena pengaruh tanah yang memang lemah, bahkan sudah beberapa kali telah di lewati mobil besar.

Lanjut di katakan, prasastinya belum di pasang tapi sudah ada, panjangnya rabat di sana sekira 200 meter, dananya 200 juta lebih pokoknya 200-200 (dua ratus-dua ratus) yang bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2021′ ucapnya.

Rabat beton yang menelan biaya sebesar 200 juta lebih dengan hasil kerja yang cukup mengecewakan.

Baca Juga  Ini Himbauan Personil Sat Lantas Polres Soppeng

Anggaran yang cukup pantastik ini dengan volume pekerjaan 200 meter itu ” telah menghasilkan sebuah bangunan yang tidak berkwalitas”

Hingga berita ini di naik tayang, agar kiranya pihak inspektorat kabupaten bone sebagai pihak yang berwenang untuk melakukan audit investigasi terhadap bangunan tersebut lalu merekomendasikan hasil pemeriksaan-nya kepada pihak berwajib. bila mana telah di temukan adan-nya dugaan penyimpangan anggaran dana desa pada bangunan rabat beton tersebut.

(Firman)

banner 970x90

Komentar

News Feed