oleh

Perjuangan LAKRI Jabar Nyata dalam Karya dan Realita memperjuangkan keberadaan surat tanah warga Desa Sukamaju kec Majalaya Kab Bandung.

BANDUNG – Keprihatinan tak hanya sebagai rasa pilu yang hanya dapat dirasakan baik secara langsung ataupun tidak langsung ketika suatu permasalahan tak berujung menghadang, Demikianlah sikap para organik Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia ( LAKRI ) yang dipimpin oleh Kang Amar ( Ketua Tim ), iing ( Ketua Investigasi ), Asep Melon ( Div Hukum ), Jejen ( Humas ), Apay ( Anggota ) untuk mempertanyakan perihal keberadaan Surat Tanah ( Sertifikat ) warga Desa Sukamaju kec. Majalaya kab Bandung kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan bertanggung jawab dalam hal ini BPN Kabupaten Bandung dan BBWS jawabarat yang beralamat di jalan Cidurian kota Bandung tersebut dalam Investigasinya.

Mengurai permasalahan yang membelengu masyarakat desa Sukamaju itu Personil LAKRI mengawalinya dengan menghimpun informasi dari beberapa warga setempat dikaitkan dengan penjelasan yang disampaikan oleh Satgas dari Desa Sukamaju dua orang ( Sekdes dan 1 Perangkat desa ) yang pada waktu itu dilibatkan dan di SK – kan oleh BBWS ( Balai Besar Wilayah Sungai ) Jabar bekerja sama dengan pihak BPN kab Bandung, Maka jelas sudah alur dari permasalahan warga desa sukamaju tersebut, bahwa maksud dari Tim satgas mengumpulkan surat tanah warga ( sertifikat ) bertujuan memberikan kompensasi atas tanah warga yang terdampak proyek Citarum Harum tersebut, Tim Satgas yang sudah dibentuk dan diberikan wewenang dan segera mendata warga didesanya guna mengetahui berapa orang pemilik tanah yang bersurat untuk mendapatkan hak kompensasi atas tanahnya yang terdampak proyek Citarum Harum tersebut. Namun tak dapat dipungkiri kekhawatiran warga desa Sukamaju khususnya Karena paskah menerima kompensasi dari negara dan sejak diserahkannya surat tanah mereka tersebut sekitar bulan Maret – April 2019 lalu tak ada kejelasan kapan akan dikembalikan kepada pemiliknya ( Warga ), warga desa Sukamaju sangat berterimakasih atas kompensasi yang sudah diberikan pemerintah tersebut kepada warga desa Sukamaju khususnya namun masyarakat juga sempat merasa khawatir akibat tidak adanya kejelasan pengembalian surat tanah tersebut sebelum ditangani oleh LAKRI. Berkat informasi dan keluhan yang disampaikan salah seorang warga desa Sukamaju kepada Tim LAKRI Jabar beberapa waktu lalu didampingi awak media indoglobenews Jabar menyambangi Kantor BPN Kab Bandung dan BBWS Jawabarat di jalan Cidurian Bandung dan didapatkanlah jawaban sebagai informasi dari Pak Budi ( HUMAS BBWS ) bahwa Surat Tanah warga tersebut akan dikembalikan kepada warga pada Tanggal 14 Mei 2020 pukul 10 pagi bertempat di Aula Desa Sukamaju dan diserahkan langsung oleh Perwakilan BBWS ( Bapak Soni ) kepada warga yang tercatat dalam penyerahan sertifikatnya tersebut, Sertifikat yang dikembalikan hanya sebanyak 28 eksemplar dari 83 eksemplar karena memang baru sebanyak itu yang diserahkan oleh BPN Kab Bandung sekitar 10 hari yang lalu kepada pihak BBWS yang diterima oleh pak Soni, ironinya pada saat penyerahan surat tanah ke warga Tidak dihadiri oleh Kepala Desa sebagai Penanggung jawab di Desa serta tanpa dihadiri oleh Pihak BPN kab Bandung dan yang menjadi perhatian adalah penyerahan daftar kepemilikan dokumen tanah tersebut tanpa menggunakan kop surat resmi serta tidak ditandatangani dan distample oleh kedua Instansi Negara tersebut laiknya dokumen negara dan rahasia, sehingga patut diduga dokumen tersebut digandakan atau bahkan disalahgunakan,tandas kordinator LAKRI dalam wawancaranya dengan awak media 14/5/2020.( IGN Jabar )

Baca Juga .....  Tim Relawan Forum S3 Giat Penyemprotan Disinfektan Cegah Penyebaran Virus Corona Covid-19

Komentar

News Feed