oleh

Penanganan Kasus Pungli Di Kalangan AMT Tanjungwangi Penegak Hukum Di Minta Tindak Tegas Para Tersangkanya

-other-31 views

Jatim – Indoglobe.news
Hukum sudah sepatutnya di tegakkan di negara yang kita cintai ini yaitu Indonesia.Lemahnya penanganan kasus yang bisa di hentikan juga ditutup dengan uang,akan mencoreng nama baik di lingkup para penegak hukum itu sendiri.Di mana kita ketahui para oknum-oknum yang suka melanggar peraturan juga hukum seakan meremehkan karena mereka merasa bahwa hukum sudah bisa di beli. Celah-celahpun akhirnya bisa mereka amati,oleh para oknum-oknum yang lebih suka dan terbiasa melanggar ketentuan juga aturan.Kamis 22/7/2021

banner 970x90

Seperti yang baru baru ini terungkap, adanya kasus tindak pungutan liar yang terjadi di area tbbm Banyuwangi.Oleh oknum-oknum karyawan crew awak mobil tanki itu sendiri.Selain mencoreng nama baik perusahaan juga tentunya akan menjadi sorotan publik.Padahal sudah sangat jelas bahwa itu salah,tapi dengan santainya mereka lakukan seakan sudah kebal hukum dan ada yang tanggung jawab juga membeckingi. Semua itu dikarenakan para crew awak mobil tanki, merasa sudah membayar sejumlah uang yang peruntukannya untuk dana keamanan setiap bulannya,apalagi di tubuh para crew juga sudah ada paguyubannya.Setelah terkumpul dan dinilai cukup maka SANG koordinatorlah yang akan menyetorkan ke para oknum tersebut, bahkan sebetulnya hal ini sudah berjalan bertahun-tahun.

Baca Juga  Forkopim Kecamatan Pengkadan Hadiri Pencanangan Desa Peduli Hipertensi dan Bebas Tuberkulosis (TBC)

“Padahal undang-undang sudah ada,PELAKU PUNGLI DAPAT DIKENAI DUA PASAL KUHP yaitu:
Pasal 368 ancaman hukumannya penjara maksimal sembilan tahun, sedangkan Pasal 423 ancaman hukumannya pidana penjara selama-lamanya enam tahun”

Anehnya jika memang kasus tersebut murni ulahnya oknum para tersangka yaitu NK,ARH juga team, dan diluar kaitannya dengan perusahaan seperti yang di sampaikan ke awak media indoglobe.news oleh pengurus PT yang ada di Banyuwangi,kok perusahaan dimana NK dan ARH malah berusaha untuk menutup kasusnya.ADA APA SEBENARNYA DENGAN KASUS TERSEBUT ?
Dan patut dipertanyakan.

Selain sudah banyak yang tahu akan hal itu,kenapa bukan malah di bina juga diarahkan agar mereka para crew awak mobil tanki tidak melakukan hal semacam itu yaitu pungli.Dan malah terkesan di biarkan apalagi sudah berjalan lama. Apakah ini sudah budayanya. Berarti itu sama saja dengan sudah terkoordinir.
*Sungguh sangat Ironis dan disesalkan .

Seharusnya pengawas yang ditunjuk dari perusahaan bisa memberikan dalam bentuk arahan juga himbauan dan di sampaikan secara langsung, baik lewat brifing setiap pagi hari pada para crew,sebelum mereka melakukan aktifitas atau mungkin diadakannya rapat internal antara pengurus dengan para crew awak mobil tanki.

Baca Juga  Jajaran Pemkab Cianjur Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Bekerja Sama Dengan Baznas Kab Cianjur.

“Saat team kemarin menemui Kanit tipidsus menanyakan kasusnya ke dua tersangka, beliau menyampaikan bahwa saat ini yang bersangkutan masih menjalani proses penyelidikan lebih lanjut”,tuturnya.

“Saat di konfirmasi oleh awak media,banyak pihak yang merasa lega atas terbongkarnya kasus pungli tersebut,bukan hanya dari kalangan para crew awak mobil tanki saja ada juga dari pihak pengawas dan owner SPBU bahkan ada yang memberikan apresiasi.Dengan harapan ke depannya tidak terjadi lagi hal-hal serupa,sehingga bisa tercapai sistem pelayanan pendistribusian yang baik juga sehat.Kita semua harus optimis jika menginginkan adanya perubahan sistem,agar semua bisa berjalan lancar. Pihak SPBU pun mungkin tidak keberatan untuk memberikan UM yang lebih asal isinya bagus minimal standarlah”,tutupnya.

Baca Juga  Peduli Kesehatan Polres Garut Donorkan Darah ke PMI Dalam Rangka Oprasi Aman Nusa II

Tapiiiii ? Pengawas SPBU juga harus kooperatif dan juga tidak masuk angin saat menerima kiriman,jangan mengeluhnya hanya kurang dan kurang saja isinya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜sementara crew yang bawa berjalan lurus dan tidak neko-neko.

Paham nggih,Ojo mik nggah nggih tok tapi ra kepanggih.

Penulis; Mulyadi Bowo Witono

banner 970x90

Komentar

News Feed