oleh

Pemerintah: Obat Covid-19 Molnupiravir Mulai Diproduksi di Dalam Negeri April 2022

-Nasional-33 views

Jakarta-Indoglobe News

Pemerintah sudah mengamankan 400.000 tablet molnupiravir yang sudah disiapkan oleh PT Amarox. PT Amarox juga akan memproduksi sendiri molnupiravir yang rencananya akan dimulai April atau Mei 2022. Menkes Budi meminta PT Amarox juga bisa memproduksi paxlovid untuk menghadapi pandemi berikutnya.

banner 970x90

Menurutnya, Indonesia saat ini dalam tahap masuk ke gelombang berikutnya akibat varian Covid-19 Omicron. Untuk itu, kata dia, diperlukan ketersediaan obat Covid-19 untuk membantu penanganan pandemi di Indonesia.

“Beberapa varian obat yang pasti kita butuhkan adalah obat-obat anti virus seperti favipiravir dan juga molnupiravir. Kalau kita bisa dengan segera mendapat akses ke obat-obat tersebut akan sangat membantu untuk penanganan COVID-19 ini” Katanya usai peresmian PT. Amarox Pharma Global di kawasan Delta Silicon 3, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jumat (14/1).

Baca Juga  Sinyal Pesawat Sriwijaya Air Sj 182 Ditemukan, Penyelam Kopaska Diterjunkan

Pemerintah menilai bukan hanya ketersediaan obat COVID-19 yang menjadi penting, tapi juga pembuatan obatnya dilakukan di dalam negeri. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saat terjadi lonjakan kasus di beberapa negara, Indonesia mengalami kesulitan dari logistik pengiriman obat-obatan ke Indonesia.

“Ini jadi penting sekali kalau kita bisa memproduksi obat dalam negeri dan manufacturing nya juga dibangun di sini” Ucap Budi.

Menkes Budi mengapresiasi keberadaan PT Amarox sebagai penyedia farmasi di Indonesia. Dia mengatakan ada dua hal yang sangat butuh kerja sama dengan PT Amarox adalah dalam jangka pendek PT Amarox bisa membantu mengatasi pandemi COVID-19 dan jangka menengah PT Amarox bisa mendukung kemandirian obat dalam negeri.

Baca Juga  Adelin Lis Resmi Jadi Penghuni Lapas Gunung Sindur

“Diharapkan bahwa semua produk-produk yang kritikal bagi bangsa kita itu diproduksi di dalam negeri dan kita akan memastikan bahwa banyak perusahaan obat dan alat kesehatan di Indonesia sehingga kalau ada pandemi selanjutnya kita tidak bergantung kepada negara lain” Tandas Budi.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed