oleh

Pekan Depan, Sejumlah Tahanan akan Bersaksi untuk Munarman

Jakarta-Indoglobe News

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang dilayangkan terdakwa mantan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI), Munarman. Dengan begitu sidang pun berlanjut pada agenda pemeriksaan saksi.

banner 970x90

Pada sidang pekan depan, Munarman telah dijadwalkan akan mengikuti sidang dua kali dalam seminggu, tepatnya pada Senin dan Rabu. Hal itu menyusul banyaknya saksi yang bakal dihadirkan.

“Ya Alhamdulillah sudah diputus tadi putusan selanya, beberapa pertimbangan sudah disampaikan intinya sidang tetap dilanjutkan. Insyaallah pemeriksaan saksi pada hari Senin yang akan datang dan hari Rabu. Jadi sepekan dua kali karena banyaknya saksi,” ujar Anggota Tim Kuasa Hukum Munarman, Azis Yanuar usai sidang di PN Jaktim, Rabu (12/1).

Baca Juga  KPK Telusuri Aset Bupati Nonaktif Probolinggo dan Suami Tak Tercantum di LHKPN

Adapun untuk sidang nanti, Aziz menyampaikan berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah diterimanya untuk sidang Senin (17/1) pekan depan, para saksi yang bakal dihadirkan mayoritas berstatus tahanan dari beberapa Rumah Tahanan (Rutan).

“Saksinya hampir semua sih kebanyakan ditahan di Polda, atau di Cikeas, sisanya ada di Makassar Insyaallah sidangnya juga offline pasti dihadirkan langsung. Maksudnya kemudian kalau yang di Makassar atas pertimbangan efisien baru online,” ujarnya.

Namun demikian, Azis tak bisa membeberkan identitas siapa saja saksi yang akan dihadirkan, mengingat kerahasiaan baik perangkat persidangan maupun para saksi dalam perkara terorisme.

“Kalau nama-nama, karena pertimbangan kerahasiaan jadi tidak disebutkan, tetapi kita sudah ada. Tetapi kita belum bisa disampaikan karena pertimbangan kepentingan Undang-undang,” ujarnya.

Baca Juga  Beli Sapi 2 Tahun, Uang Melayang Oknum ASN Dinas Peternakan Akan di Polisikan

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, memutuskan menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa. Penolakan dari majelis hakim, sebagaimana tertuang dalam putusan sela yang menyatakan bahwa eksepsi tersebut seharusnya dibuktikan dalam persidangan.

“Menurut majelis hakim eksepsi itu sudah masuk materi pokok perkara dan apakah terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh penuntut umum atau tidak,” kata Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Timur dalam persidangan, Rabu (12/1).

Dengan begitu maka, persidangan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi- saksi guna membuktikan materi pokok perkara sebagaimana dalam dakwaan. Pasalnya, Majelis Hakim menilai jika eksepsi yang diajukan kubu Munarman baik oleh Tim kuasa hukum maupun Munarman secara pribadi tidak tepat apabila dilayangkan untuk menanggapi dakwaan.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed