oleh

Negara Mana Yang Tak Meradang Oleh Si CORONA?

Toni Permana SH. Ketua Fraksi Nasdem DPRD kabupaten Bandung

BANDUNG – Berbagai langkah serta kebijakan bahpkan keputusan dibuat dan diambil oleh Presiden, Gubernur, Bupati serta Walikota di Indonesia dalam menghadapi Pandemik Corona ( covid -19 ) yang melanda. Dari mulai melakukan lockdown, Sosial Distancing hingga PSBB serta penyemprotan cairan disinfektan di setiap wilayah pemukiman masyarakat baik bagian dalam dan luar rumah juga tak luput gedung perkantoran lainnya. Seperti halnya dari penjelasan yang disampaikan oleh salah seorang Wakil Rakyat dari Partai Nasdem Bapak Toni Permana SH menanggapi covid-19 saat ditemui Awak media indoglobenews di gedung DPRD Kab Bandung Usai mengikuti Rapat Panitia Khusus ( Pansus ) dengan beberapa SKPD pemkab bandung Soreang tersebut pada, Tanggal 11-5-2020 selepas pukul 12 Wib siang itu.

Baca Juga .....  Anton Charliyan Dukung Pemerintahan dalam Meminimalisir Masyarakat Dampak Covid -19.


Menyampaikan pernyataannya perihal langkah penanganan covid-19 di Indonesia khususnya oleh pemerintah Kab Bandung ini, seyogyanya ditangani secara simultan atau satu pintu agar tidak terjadi tumpang tindih atau terkesan pilih kasih dalam mendistribusikan bantuan dari pemerintah tersebut, melihat data penerima bantuan sosial ( Bansos ) Covid-19 yang masih menggunakan data lama tanpa melihat atau melakukan verifikasi dan evaluasi data penduduk/ masyarakat penerima bansos covid-19 yang terdampak secara langsung dimana faktanya sangat berbeda antara warga yang sudah terdaftar dengan warga yang didaftarkan beberapa waktu oleh perangkat RT dan RW disetiap sudut wilayah kabupaten Bandung khususnya dan Indonesia umumnya yang merupakan penerima manfaat atau bantuan pemerintah tersebut. Dugaan adanya salah sasaran dalam pemberian Bansos covid tersebut terjadi di wilayah kota Bandung persisnya di kelurahan Sukaraja seperti yang dikatakan perangkat RT yang identitasnya disamarkan menjelaskan bahwa pendataan warga yang mereka lakukan di wilayah RT 10 RW 02 beberapa waktu lalu sebagai penerima Bansos Covid-19 berbeda antara yang terdata berbeda antara yang laik dan tidak laik sebagai penerima bansos di lingkungan masyarakat wilayah Kel Sukaraja kota Bandung tersebut sehingga bantuan yang di distribusikan oleh pihak kantor pos itu terkesan tidak tepat sasaran hanya karena data yang dimiliki oleh Dinas terkait terhadap penerima bansos covid-19 tidak sama dengan perubahan data warga terbaru yang sudah disampaikan ke instansi pendataan penduduk tersebut.

Baca Juga .....  Sejak Dulu Mengagumi Iwan Fals, Kini Gabung di Pemuda LIRA Kabupaten Bekasi

bahkan daftar nama yang dimiliki Dinas sosial kota Bandung masih ada warga yang sudah meninggal tercatat !!! serta warga yang dimana status rumah tangganya dan ekonominya sudah berubah lebih baik dari beberapa tahun lalu pun masih tercatat sebagai penerima Bansos, Disini terkesan carut marutnya pendataan dan tidak adanya MONEV ( Monitoring Evaluasi ) dari institusi yang berwenang. ( IGN Jabar )

Komentar

News Feed