oleh

Masyarakat Desa Nanga Kelapan Minta Status Hutan Lindung diubah Menjadi Hutan Adat

Sintang Kalbar Indoglobenews
Sebanyak empat Dusun Didesa Nanga Kelapan Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang yang masih tersisa tiga dusun lagi yang masih tersandera Konflik Kawasan Hutan lindung. Diantaranya, Dusun Tanjung Lesung dengan jumlah 102 Kepala Keluarga, Dusun Lubuk Kedang dengan jumlah 81 Kepqla Keluarga dan Dusun Sungai Lalau dengan jumlah 80 Kepala Keluarga. Sedangkan Dusun Nanga Kelapan yang jumlah penduduknya sebanyak 97 Kepala Keluarga sudah dikeluarkan dari kawasan hutan lindung, Demikian diungkapkan Disi, Kepala Desa Nanga Kelapan Kecamatan Ketungau Tengah Merakai, Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat pada Media Nasional Indoglobenews, (24/12) di Sintang.

Baca Juga  Gabungan Polri,TNI,SAT-POL PP Mengawal Kedatangan Vaksin Covid-19 ( Corona Vac ) Dari Sungai Tebelian Sintang Menuju Melawi

Dikatakan Disi, Masyarakat Desa Nanga Kelapan saat ini sudah turun menurun bermukim diwilayah itu. Masyarakat bermukim dan berladang diatas tanah ulayat sendiri. sebagai bukti bahwa masyarakat mengganggap kawan hutan lindung itu adalah tanah adat, sejak jaman nenek moyang mereka berusaha memamfaatkan hutan untuk berladang, dan sebagai bukti bahwa masyarakat menganggap hutan adat, banyak sekali tanaman yang umurnya sudah ratusan tahun, dari itulah masyarakat menganggap bahwa mereka bermukim ditanah adat, Tapi mengapa masyarakat tidak bisa bebas memanfaatkan lahan yang ada didalam kawasan hutan tersebut katanya.

banner 970x90

Masih kata Disi, masyarakat merasa kesulitan untuk memanfaatkan lahan di dalam Kawasan hutan lindung tersebut, hal ini sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Yang menjadi kekhawatiran masyarakat ketika pemanfaatan lahan yang masuk dalam kawasan itu, bisa kena sanksi hukum.
Karena didalam kawasan tersebut sudah barang tentu tidak bisa melakukan aktivitas apapun, katanya. “Maka dasar pertimbangan itu kami minta kawasan hutan lindung yang ada di Desa Nanga Kelapan agar dijadikan hutan adat saja, kami ingin keluar dari hutan lindung, agar tidak tersandung Hukum apabila kami mau memamfaatkan hasil hutan, dan kami masyarakat setempat bisa berladang, katanya.

Baca Juga  SIAP- SIAP PEMERINTAH KABUPATEN MELAWI AKAN SEGERA PANGGIL PIHAK MANAGEMEN PT SEMBOJA INTI PERKASA (SIP)

Disi berharap Pada Dinas terkait, agar bisa mewujudkan impian masyarakat dari tiga dusun yang ada di Desa Nanga Kelapan, agar bisa keluar dari wilayah kawasan hutan lindung. (Alex)

banner 970x90

Komentar

News Feed