oleh

MARWAN-IYOS JAYA DI DAPIL II

-Politik-121 views

Sukabumi-Perhitungan dengan sistem quick count telah memenangkan pasangan nomor urut-2, Marwan-Iyos. Data secara real count juga telah berhasil dikumpulkan masing-masing tim paslon.

Dari pantauan Indoglobe-News,pasangan Marwan-Iyos berjaya di dapil-II yang meliputi Kecamatan Kabandungan, Kalapanunggal, Parakan Salak, Bojong Genteng, Cidahu, Parung Kuda, Ciambar dan Cicurug.

banner 970x90

Data yang masuk ke redaksi Indoglobe-News di Dapil-II, pasangan nomor urut-I (Adjo-Iman) mendapatkan 64.983 suara atau 33 %, pasangan nomor urut-II mendapatkan 83.112 suara atau 43 % dan pasangan nomor urut-III mendapatkan 47.066 suara atau 24%.

Direktur Medinah Consultant Ahmad Yoval, yang pernah merelease hasil survey pada dapil tsb, menyampaikan tanggapannya atas perolehan suara Marwan-Iyos di Dapil-II.

Baca Juga  Tiga Sekjen PDIP Bicara Konsep Politik Hijau Ala Megawati

“Dapil-II sejak awal kami prediksi memang akan menjadi lumbung suara bagi pasangan Marwan-Iyos, karena dapil tsb merupakan daerah basis massa tradisional bagi partai koalisi paslon nomor urut II,baik Partai Golkar, PKS ataupun Partai Demokrat”

Walaupun menang besar pada dapil tsb, Ahmad Yoval memberikan warning bagi partai untuk pemilihan legislatif di masa yang akan datang.

“Perolehan suara pada pilkada ini sebetulnya bisa menjadi cermin bagi para anggota dprd yang saat ini berada di dapil tsb untuk mempersiapkan diri menghadapi pileg yang akan datang. Kami melihat persentase sebesar 43% yang didapatkan oleh Paslon-II di dapil II, belum mencerminkan kekuatan koalisi partai yang sebenarnya, karena bulan Oktober paslon-II pernah mencapai tingkat elektabilitas 58 %, yang berarti ada penurunan tingkat elektabilitas sebesar 15 % jika dibandingkan data perolehan hasil pilkada yang masuk, walaupun kami tidak bisa memprediksi penurunan tsb berada pada basis massa partai mana,karena dibutuhkan survey lanjutan untuk menentukannya”

Baca Juga  Artis -Sahrul Gunawan Resmi Ditetapkan Menjadi Pemenang Pilkada Bandung

Beliau juga tidak memungkiri kemungkinan penurunan tsb disebabkan gerakan paslon lainnya yang juga massif,” Bisa saja penurunan tsb disebabkan oleh gerakan paslon lain, tetapi hal tsb tetap menjadi warning bagi anggota dprd petahana, bahwa ada pergeseran prilaku pemilih pada partai” Demikian Ahmad Yoval.

banner 970x90

Komentar

News Feed