oleh

Maestro Seni Sunda : Di Era Milenial Seni Musik Calung Dan Budaya Sunda jangan Sampai Tersisih

Indoglobe News, Kabupaten Bandung 10 Januari 2022

Bertempat di Gedung Sabilulungan Soreang Kabupaten Bandung, Group Seni Sunda Galura Putra Sadu Soreang, mengadakan pagelaran kesenian Sunda Musik Calung (10/01/2022).

banner 970x90

Dihadiri para Seniman Sunda/Musisi Sunda, Yayan Jatnika, Abil Jatnika dan keluarga besar Almarhum H.Darso dan Musisi Sunda lainnya.

Ketua/Pembina Galura Putra Sadu Soreang

Ketua/Pembina Galura Putra Sadu Soreang, H. Adang Sutardi, SH. MH. menyampaikan bahwa Seni Calung sekarang sudah tersisih dalam kemajuan jaman dan peradaban,” Disini saya mencoba peduli terhadap Budaya & Seni Sunda, bagaimana cara melestarikan seni musik calung dan budaya Sunda ini jangan sampai punah” Jelasnya.

Baca Juga  3 Paket Pekerjaan Ratusan Juta di Disperkim Jabar Diduga Bermasalah

Dia menyampaikan bahwa pagelaran bertujuan agar seni musik Calung dapat dikenal oleh kaum milenial dan dapat mencintai seni & budaya tradisional, khususnya untuk Kabupaten Bandung,numumnya se-Jawabarat dan nasional ataupun internasional.

“Harapannya ingin melestarikan dan memajukan Seni & Budaya tradisional, apalagi musik Calung, mudah-mudahan dari pihak pemerintah ini memperhatikan dan ada pengakuan baik dari pemerintah daerah ataupun pemerintah provinsi” Ungkap H. Adang Sutardi, SH. MH.

Acara tersebut dilaksanakan sekaligus memperingati Milangkala Group Calung Gumasep (Guyub Masyarakat Seni Pasundan) yang Ke 9 Tahun.

Ketua Gumasep Abah Adis menyampaikan bahwa acara yang dilaksanakan saat ini menurutnya luar biasa,” Dulu nya setiap Milangkala atau ulang tahun itu selalu di rumah (sanggar)” ungkap Abah Adis.

Baca Juga  Kasus Covid-19 Naik, Polisi Perketat Buka-Tutup Jalan di Bandung

Kedepan dia berharap Group Gumasep dalam rangka Milangkala dapat mengadakan acara yang sama seperti saat ini dan mengundang Group Calung yang lainnya,” Harapan kedepan, ingin diperhatikan oleh pemerintah agar seni dan budaya musik calung supaya tidak tersisih, punah dan ingin berkembang di era milenial/jaman sekarang” Ujar Abah Adis. (Dhera Restu).

banner 970x90

Komentar

News Feed