oleh

Kontak Senjata Kembali Terjadi Usai Dua Guru Ditembak, Aparat Terus Buru Anggota KKB

-Berita-6 views
banner 970x90

Papua-Indoglobe News

Baku tembak antara aparat kepolisian dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali terjadi pasca-insiden penembakan dua guru dalam sepekan di distrik Distrik Beoga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

banner 970x90

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menyampaikan kalau pihaknya masih melakukan pengejaran anggota KKB dan pada Sabtu (10/4) kemarin terhadi kontak tembak. Tak ada korban atas kejadian tersebut.

“Kami masih melakukan pengejaran, dan semalam terjadi kontak tembak pasca-penembakan kedua (kepada guru). Kemarin malam terjadi kontak tembak,” kata Mustofa, Minggu (11/4).

Sampai sekarang, lanjut dia, pihaknya juga telah menambah personel guna memaksimalkan pengejaran terhadap para anggota KKB yang terus melakukan aksi teror. “Sampai sekarang masih diburu, dan kita sudah tambahkan kekuatan lagi untuk pemburuan,” terangnya.

Baca Juga  NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

Selain melakukan pengejaran, Mustofa menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan evakuasi terhadap para warga yang berada di distrik Beoga untuk dibawa ke tempat lebih aman.

“Selain melakukan pengejaran, kita juga sedang konsentrasi untuk mengevakuasi masyarakat dari Boega ke Intan Jaya. Karena Beoga ke Intan Jaya lebih dekat dari pada dari Beoga ke Puncak,” tuturnya.

Proses evakuasi juga dilakukan terhadap masyarakat pendatang berada di Distrik Beoga. Dia mengatakan, alasan dievakuasinya para penduduk ke Intan Jaya karena akses tidak mendukung untuk ke Puncak Jaya.

“Pasalnya tidak ada akses mumpuni untuk ke Puncak. Kita juga evakuasi warga masyarakat pendatang, karena korban kemarin itu juga warga pendatang ya,” jelasnya.

Baca Juga  Gempa 5,4 Magnitudo Getarkan Maluku Tengah

“Maka warga di sana kita evakuasi ke tempat yang paling aman, tempat yang paling dekat ke Intan Jaya,” tambahnya.

Sebelumnya, dua tenaga pendidikan yakni Oktovianus Rayo (42) seorang guru tinggal di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua ditembak KKB hingga tewas pada Kamis (8/4).

Sementara korban kedua, Yonatan Randen seorang guru SMP Negeri 1 Beoga beralamat di Kampung Julukoma juga tewas ditembak oleh KKB pada Jumat (9/4) petang.

Sementara untuk kondisi dua jenazah guru korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker telah dilakukan evakuasi ke Timika, Papua. Keduanya telah dievakuasi pada Sabtu (10/4).

“Pada Sabtu, 10 April 2021 pukul 12.32 Wit Pesawat SAS PK FSE yang membawa dua jenazah korban penembakan tiba di Terminal UPBU Bandara Mozes Kilangin Timika dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangannya, Sabtu (10/4).(dd). Editor (Idat).

Komentar

News Feed