oleh

Kepala Perwakilan Jawa Timur Media Indoglobe News Menyayangkan Adanya Ucapan Yang Tidak Berpendidikan”Wartawan Bodrex”, Oknum Pol PP Harus Ditindak

JAWA TIMUR INDOGLOBE.NEWS-Kasus dugaan intimidasi terhadap terhadap Ahmad Syailendra,wartawan Media Indoglobe.news yang dilakukan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Jawa Tengah saat meliput razia PKL,di JL.Soekarno Hatta Semarang,pada Hari Rabu 3 Desember 2020.

Kepala Perwakilan Media Indoglobe.news JATIM, Aa Saeful Rahman menyesalkan kejadian yang menimpa jurnalis yang tengah melakukan tugas peliputan tersebut. 

banner 970x90

“Setelah menonton langsung aksi intimidasi itu, serta mendengar langsung informasi dari kawan-kawan yang menyaksikan kejadian itu, kami mengecam aksi itu. Sekali lagi, itu enggak etis dan enggak boleh lagi terjadi,” tegasnya, Jumat (04/12/2020).

Baca Juga  Kompol Edith Yuswo Widodo S. I. K Resmi Menjabat Wakapolres Pasuruan. 

Menurut Aa Rahman, aksi aparat itu harus disikapi oleh kepala OPD yang bersangkutan. Bila perlu Sekda Kota Semarang selaku pembina kepagawaian harus menegur oknum dan Kepala Satpol PP Kota Semarang. 

Pasalnya, antara jurnalis dan pemerintah daerah adalah mitra strategis guna menyiarkan program-program pemerintah sekaligus mengawal jalannnya pemerintah daerah.

“Sesuai PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS sudah diatur sangsi pada PNS/ASN yang melakukan pelanggaran disiplin itu. Maka, kami minta oknum Satpol PP itu agar ditindak dan diberikan sangsi sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Aa Rahman.

Wartawan Indoglobe.news Jatim juga menyayangkan tindakan premenisme yang dilakukan oknum Satpol PP itu. 

Padahal, menurutnya, tugas Satpol PP adalah menjaga ketertiban dan keamanan, serta bukan melakukan intimidasi. 

Baca Juga  Sertijab Kabagren, Kasat Sabhara Serta Empat Kapolsek Dipimpin Kapolresta Sidoarjo Berjalan Aman dan Kondusif

“Kalaupun ada mediasi, sekali lagi itu sifatnya pribadi dan bukan kelembagaan. Kami minta agar persoalan ini akan terus berlanjut, sehingga ada efek jera agar tidak muncul persoalan serupa di kemudian hari,” tandasnya.

Terkait masalah tersebut, sejumlah organisasi pers seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jatim, PWI Jatim, setempat juga menyesalkan tindakan represif tersebut.
(Perwakilan Jatim)

banner 970x90

Komentar

News Feed