oleh

Kejati Jabar Tahan Mantan Manager Akuntansi dan Keuangan PT POS Finansial Indonesia.

Bandung Indoglobe News
Bandung-14 September 2021
Bahwa pada hari Selasa tanggal 14 September 2021, Penyidik Bidang Pidsus
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menahan tersangka dugaan tindak pidana korupsi
penyimpangan pengelolaan keuangan di PT Pos Finansial Indonesia inisial RDC selaku
Mantan Manager Akuntansi dan Keuangan PT Pos Finansial Indonesia yang diduga
berpotensi merugikan keuangan negara sebesar kurang lebih Rp 52.612.200.000,- (lima
puluh dua milyar enam ratus dua belas juta dua ratus ribu rupiah) dalam pengelolaan
layanan Pospay yang dilaksanakan oleh PT Pos Finansial Indonesia.

banner 970x90
  1. Kasus Posisi/ Modus Operandi :
    Adanya dugaan penyimpangan penggunaan keuangan yang dilakukan oleh Direktur
    PT. POSFIN (Sdr. S) dan Manager Keuangan dan Akutansi PT POSFIN (Sdr. R.D.C)
    adalah sekurang-kurangnya sebesar Rp 52.612.200.000,- (lima puluh dua milyar
    enam ratus dua belas juta dua ratus ribu rupiah ) dengan rincian sebagai berikut :
  2. Pembayaran premi sertifikat jaminan pembayaran kepada PT Berdikari insurance
    melalui Brooker PT Caraka Mulia yang ternyata di mark up dan dibatalkan oleh
    PT Berdikari insurance sebesar Rp 2.812.800.000,- ;
  3. pengadaan alat soil monitoring dan peremajaan lahan (proyek Kementan) yang
    disubkontrakkan ke PT Pos Finansial Indonesia, padahal proyek tersebut
    ternyata fiktif sebesar Rp 19.319.400.000,-;
  4. penggunaan dana PT Pos Financial Indonesia untuk pembelian saham (akuisisi)
    PT Pelangi Indodata dan PT Lateria Guna Prestasi dengan menggunakan nama
    orang lain (nomine) atas nama Dian Agustini dan Gugy Gunawan Tribuana
    sebesar Rp 17.000.000.000,-;
  5. Penggunaan dana PT Pos Financial Indonesia untuk kepentingan pribadi
    Soeharto selaku Direktur PT POSFIN sebesar Rp 4.280.000.000,-;
  6. Pembiayaan/ pinjaman back to back pada Bank Mega Syariah (BMS) yang
    ternyata digunakan untuk menebus sertifikat rumah pribadi Soeharto selaku
    Direktur PT POSFIN pada Bank Maybank sebesar Rp. 9.200.000.000,-.
    Dalam perkara ini telah ditetapkan Tersangka, yaitu Tersangka R.D.C Mantan
    Manager Akuntansi dan Keuangan PT. Pos Finansial Indonesia, berdasarkan Surat
    Perintah Penyidikan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor : Print-
    895/M.2.1/Fd.1/09/2021 tanggal 14 September 2021.
  7. Penahanan
    Pada Hari ini Selasa tanggal 14 September 2021 sekira mulai pukul 15.00 Wib
    bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jl. Naripan No.25 telah dilakukan
    Pemeriksaan kepada Tersangka oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat
    yang selanjutnya terhadap tersangka dilakukan penahanan pada Tingkat Penyidikan
    selama 20 (dua puluh) hari kedepan terhitung mulai tanggal 14 September 2021 s/d
    03 Oktober 2021 yang dititipkan di Rutan Polrestabes Bandung berdasarkan Surat
    Perintah Penahanan (tingkat Penyidikan) T-2 Nomor: Print-896/M.2.1/Fd.1/09/2021
    tanggal 14 September 2021 Dengan Dasar Penahanan Pasal 21 ayat (1) KUHAP
  8. Pasal Yang Disangkakan
    Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan
    Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001
    tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang
    Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Baca Juga  Bahu Jalan Di Perumahan Warga Perum Taman Asri Kecamatan Cikole Longsor Akibat Guyuran Hujan Yang Deras Kemarin

Kerugian Negara
Penyimpangan tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara c/q PT
Pos Finansial Indonesia atau PT Pos Indonesia untuk sementara sebesar Rp
52.612.200.000,- (berdasarkan Laporan SPI).

  1. Penyitaan:
    Bahwa Penyidik telah melakukan penyitaan terhadap 121 dokumen/surat-surat
    terkait perkara tersebut dan 3 unit barang elektronik.(IGN Jabar)
banner 970x90

Komentar

News Feed