oleh

Kejari Jember Jebloskan Terpidana Korupsi ke Penjara Setelah 7 Tahun Tak Dieksekusi

Jember-Indoglobe News

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember akhirnya mengeksekusi Bagus Wantoro, bekas ASN yang menjadi terpidana korupsi kasus dana bantuan sekolah tahun 2010. Kasus ini sebelumnya jadi sorotan karena kejaksaan selama bertahun-tahun tidak segera menjebloskan mantan pejabat Dinas Pendidikan itu, meski putusannya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

banner 970x90

Namun, informasi dijebloskannya Bagus ke penjara justru dikonfirmasi oleh pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Jember. “Iya benar mas, tadi sore jaksa sudah mengeksekusi seorang terpidana kasus korupsi,” ujar Kalapas Jember Hasan Basri saat dikonfirmasi merdeka.com pada Senin (10/1) malam.

Baca Juga  Prosesi Serah Terima Jabatan Kompol Untung Bagyo Rianto Berpindah Ke AKP Farid Fatoni

Di sisi lain, Kejari Jember masih bungkam soal eksekusi terhadap Bagus Wantoro. Sejak Jumat (7/1) lalu, merdeka.com sudah mencoba mengkonfirmasi eksekusi tersebut kepada tiga pejabat Kejari Jember. Mereka adalah Kasi Intel sekaligus Juru bicara Kejari Jember, Soemarno; Kasi Pidsus, Isa Ulinnuha, dan epala Kejari Jember, Zulfikar Tanjung. Namun hingga berita ini dimuat, ketiganya masih kompak untuk bungkam.

Pada Jumat lalu, Pemkab Jember mengumumkan telah memecat Bagus Wantoro sebagai ASN karena sudah menjadi terpidana kasus korupsi yang berkekuatan hukum tetap (inkracht). Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) itu dilakukan Pemkab Jember dengan berdasarkan putusan yang sudah terpampang di situs resmi MA sejak tahun 2015 lalu.

Baca Juga  Oknum Supervisi Pertamina Surabaya Di Duga Melakukan Tindak Pemerasan Terhadap AMT Di Wilayah Hukum Polres Jember

“Tetapi saya dikabari oleh Kabag Hukum saya, bahwa kejaksaan sudah mendapatkan salinan putusannya kemarin. Cuma untuk eksekusinya itu menjadi kewenangan dari aparat penegak hukum,” ujar bupati Jember, Hendy Siswanto, pada Jumat.

Kasus ini jadi sorotan karena Bagus menjadi satu-satunya terpidana dalam kasus korupsi ini, yang belum juga dieksekusi oleh Kejari Jember. Padahal, vonis penjara 5 tahun berupa kasasi dari MA sudah dikeluarkan sejak tahun 2015. Artinya setelah tujuh tahun sejak putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht), Bagus, tak kunjung dieksekusi.

Padahal tiga kolega dan anak buah Bagus Wantoro sudah lebih dulu dieksekusi Kejari Jember pada September 2021 lalu. Putusan mereka bertiga keluar pada tahun 2019.

Baca Juga  Seorang Pria Ditemukan Tewas Di Probolinggo

Beberapa waktu lalu, juru bicara sekaligus Kasi Intel Kejari Jember, Soemarno berdalih, belum bisa mengeksekusi Bagus Wantoro karena memang belum menerima berkas putusan kasasi dari MA.

“Silakan saja di cek di PN Tipikor Surabaya. Kalau memang kita sudah Terima berkas putusannya, tidak ada alasan untuk menunda eksekusi,” kata Soemarno kepada merdeka.com pada 4 Januari 2022.

Akibat tidak segera dieksekusi, Bagus Wantoro sempat dilantik menjadi pejabat fungsional pemkab Jember pada akhir 2021 lalu.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed