oleh

Kasus Suap dan Gratifikasi Rahmat Effendi, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Bekasi

Jakarta-Indoglobe News

banner 970x90

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi di Bekasi, Jawa Barat. Penggeladahan dilakukan tim Satgas KPK terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan dilakukan Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi.

“Benar, hari ini tim penyidik KPK melakukan kegiatan upaya paksa penggeledahan di beberapa lokasi di antaranya berada di wilayah Kota Bekasi,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/1).

Ali mengatakan, penggeledahan tersebut dilakukan untuk menemukan, mengumpulkan, dan mengamankan bukti-bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. KPK sebelumnya menetapkan sembilan tersangkakasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah dilakukan penyelenggara negara terkait pengadaan barang, jasa, dan lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Baca Juga  KARNA DI TUDUH SELINGKUH DAN SERING DI MARAH, SEORANG GURU BUNUH SUAMI.

Penetapan tersangka
diumumkan KPK pada Kamis (6/1) kemarin. Sembilan tersangka itu adalah Rahmat Effendi (RE), Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M Bunyamin (MB), Lurah Jati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL).

Sementara empat tersangka lain lain merupakan pihak swasta. Mereka adalah Direktur PT ME Ali Amril (AA), pihak swasta Lai Bui Min (LBM), Direktur PT KBR Suryadi (SY), serta Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin (MS).

Dari sembilan tersangka tersebut, KPK menetapkan Rahmat Effendi (RE), M Bunyamin (MB), Mulyadi (MY), Wahyudin (WY), dan Jumhana Lutfi (JL) sebagai penerima suap. Sedangkan Ali Amril (AA), Lai Bui Min (LBM), Suryadi (SY), serta Makhfud Saifudin (MS) sebagai pemberi suap.

Baca Juga  Hikmahanto: Buronan Kakap Adelin Lis Dideportasi, Masuk RI Harus Diborgol

Sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sejak Rabu (5/1) sampai Kamis (6/1), bukti uang sebanyak Rp5,7 miliar telah diamankan, baik dalam bentuk tunai maupun dalam rekening para pihak yang terlibat korupsi.

Sampai saat ini, ujar Ali, tim penyidik masih terus bekerja mengumpulkan dan melengkapi alat bukti yang diperlukan dalam proses penyidikan.

“Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan,” kata Ali.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed