oleh

Geledah Kantor dan Rumah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, KPK Sita Dokumen Proyek

Jakarta-Indoglobe News

banner 970x90

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi di tiga daerah terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Tempat yang digeledah di antaranya Kantor Wali Kota Bekasi dan rumah dinasnya.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penggeledahan dilakukan pada Jumat (7/1). Tempat-tempat yang digeledah berada di Bekasi, Jakarta, dan Bogor.

“Penggeledahan dilakukan kemarin di 3 lokasi, yakni Kantor Wali Kota Bekasi, rumah jabatan dinas Walikota Bekasi, dan rumah kediaman dari para pihak yang terkait dengan perkara,” kata Ali dalam keterangan diterima, Sabtu (8/1).

Baca Juga  POLSEK KATEMAN TANGKAP PELAKU PENCURIAN MOTOR DI JALAN TENGKU UMAR KATEMAN

Sejumlah dokumen pendukung yang berkait kasus itu disita dan dipelajari tim penyidik sebagai alat bukti. “KPK menemukan dan mengamankan dokumen proyek-proyek yang dilaksanakan di Kota Bekasi, administrasi kepegawaian ASN di Pemkot Bekasi dan barang elektronik. Berikutnya, bukti-bukti ini akan segera dilakukan analisa detail dan mendalam,” jelas Ali

Jadwalkan Pemanggilan Saksi

Menurut Ali, dokumen yang disita bisa menguatkan uraian perbuatan para tersangka sebagai pelengkap berkas perkara penyidikan. “Tim Penyidik dalam beberapa waktu ke depan masih akan melanjutkan proses penyidikan perkara ini dengan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi yang diduga kuat mengetahui peran dari para tersangka,” tegas Ali.

Diketahui, KPK telah menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (RE) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat. Selain Rahmat, KPK menjerat delapan tersangka lainnya.

Baca Juga  Sat Reskrim Polres Dairi Bersama dengan Opsnal Subdit 3 Jatanras Polda Sumut Tangkap DPO Kasus Pembunuhan di Kabupaten Padang Lawas

Delapan tersangka lain tersebut, yakni Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin (MA) Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min alias Anen (LBM), Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi (SY). Mereka dijerat sebagai pihak pemberi.

Kemudian Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). Mereka dijerat sebagai pihak penerima bersama Rahmat Effendi.

Penetapan tersangka terhadap mereka berawal dari operasi tangkap tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim penindakan KPK pada Rabu (5/1) hingga Kamis (6/1) di Bekasi dan DKI Jakarta.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed