oleh

DUDUGA ADA PENYALAH GUNAAN JABATAN DI DINAS PARIWISATA KABUPATEN SUKABUMI BEBERKAN KASUS TAHUN 2018 DI BPBD

Sukabumi indoglobenews.

Sukabumi terkait Informasi Yang didapat oleh tim Media,dari hasil investigasi beberapa minggu lalu. Time Investigasi yang tergabung dari beberapa awak media, mengenai diduga adanya penyalah gunaan kewenangan Serta Uang Anggaran dinas pariwisata sebesar 6 Miliar,yang diduga diDem/Ditahan oleh kadis pariwisata, Senin (12/07/2019).

Sampai berita ini ditayangkan, kasus tersebut baru diketahui pihak Inspektorat saja.

Akhirnya time Media mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sekitar Pukul 15:00 wib mencoba konfirmasi langsung ke Kepala Dinasnya(Usman Djaelani) terkait perihal tersebut.

Usmanpun memaparkan perihal kasus yang terjadi ditahun 2018. Saat dirinya masih di BPBD kala itu. Mengenai terkait kegiatan yang diduga ada masalah dengan tiga pengusaha saat pengerjaan kegiatan tersebut di BPBD. termasuk juga mengenai Uang sebesar 6 Miliar itu.

Baca Juga .....  Muspika Kecamatan Curugkembar Mengawal Dan Membantu Mendistribusikan (BST- TAHAP KE II)

Menurut Usman Djaelani_”Permasalahan ini bersumber awalnya dari salah satu pegawai yang bekerja di BPBD tersebut. Yang bisa dikatakan orang lama, yang mampu membuat sebuah program kegiatan yang bersumber dari program Darurat. Kami pun awalnya tidak mengetahui masalah itu. Kami menjadi tahu karena pengusaha datang kekantor kemudian meminta dibayar atas pekerjaannya,karena mereka sudah menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kami semua kaget di kantor,termasuk Kabid KL dan Kasinya waktu itu”Ucap Usman

Lanjut Usman_Kemudian ketahuan siapa yang bikin program tersebut. Akhirnya kita panggil si Hedi(red_Pembuat Proyek darurat), dia mengakui itu kekhilapannya dia. Makanya dia buat kegiatan Darurat tersebut diskaning,termasuk tanda tangan saya juga. Tanpa sepengetahuan Kita”Terangnya.

Baca Juga .....  PERSIAPAN DEKLARASI PERS SUKABUMI NGAHIJI SUDAH MENGHITUNG HARI

Masih kata Usman_Dalam hal ini kaitan rekayasa kegiatan darurat skaning Tanda tangan sudah saya laporkan ke Pak Bupati termasuk tiga kegiatannya sudah diselesaikan karena ada manfaatnya buat orang banyak. Dan oknum Hedinya sudah di laporkan ke BKPSDM untuk dilakukan tindakan administratif .Kalau itu tidak ada manfaatnya dan belum selesai pekerjaannya, pastinya saya akan masalahkan..oknum hedi itu bikin laporannya dari semua desapun runut lengkap dari setiap kejadianya.

Dan mengenai kasus Hedi terus diproses dan berlanjut. Sementara ini pihak inspektorat yang sudah tahu kasus ini. Kebetulan saya juga melihat pada waktu itu diacara pisah sambut,Orang Inspektorat datang kekantor BPBD menanyakan kasus tersebut. Malahan Pak Bupatipun tahu masalah ini, waktu itu saya langsung beritahu beliau. Dan Pa Bupatipun menjawab”Biarkan saja”.(red_Herdi yang tanggung jawab atas skaningnya)”Tandasnya.

Baca Juga .....  BUPATI SUKABUMI H.MARWAN HAMAMI SAMPAIKAN PENDAPAT AKHIR ATAS DUA RAPERDA

Adapun terkait uang 6 Miliar, kadis menuturkan
“Mengenai uang 6 miliar tidak ada kaitannya dengan kasus di BPBD, uang tersebut memang belum kami laksanakan di kegiatan murni bukan di Dem/tahan. Karena untuk melakukan pembangunan Destinasi wisata awalnya lokasinya di Cibenda, ternyata setelah saya masuk disini, lokasi tersebut diduga bermasalah. Itu pada jamannya Pak Budiman,dan saya tidak mau melanjutkannya. Akhirnya saya relokasikan ketempat lain. mengenai uang 6 miliar itu tidak ada kaitannya dengan kasus di BPBD itu”Tutupnya.

Kepala dinas juga mengakui dalam kasus di BPBD dirinya tegas mengatakan”Saya Tidak Terlibat”.(Zul/time )

Komentar

News Feed