oleh

Berkas Dakwaan Bupati Nonaktif Probolinggo Puput Dilimpahkan ke PN Surabaya

-Nasional-57 views

Jakarta-Indoglobe News

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), merampungkan berkas dakwaan Bupati nonaktif Probolinggo, Puput Tantriana Sari. Berkas kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

banner 970x90

“Hari ini tim jaksa telah selesai melimpahkan berkas perkara terdakwa Puput Tantriana Sari ke Pengadilan Tipikor pada PN Surabaya” Ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (14/1).

Tim penuntut umum juga melimpahkan berkas dakwaan suami Puput, yakni Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Hasan Aminuddin. Dengan pelimpahan berkas dakwaan tersebut, maka penahanan keduanya menjadi kewenangan PN Surabaya.

Baca Juga  Tiba di Polda Metro Jaya, Luhut Diperiksa Soal Laporan Terhadap Haris Azhar dan Fatia

“Tim jaksa masih akan menunggu penetapan penunjukkan majelis hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan” Kata Ali.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Bupati nonaktif Probolinggo, Puput Tantriana Sari, bersama suaminya Hasan Aminuddin (HA) tersangka penerimaan gratifikasi dan TPPU. Kasus ini pengembangan dari kasus suap mutasi jabatan di Pemkab Probolinggo.

Dalam kasus mutasi jabatan, selain Puput dan suami, KPK juga menjerat 20 orang lainnya.

Ke delapan bekas orang dijerat sebagai tersangka pemberi suap. Mereka merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Probolinggo, yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Mashudi (MU), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), Kho’im (KO).

Baca Juga  Indonesia Perkuat Hubungan Ekonomi Dengan Uni Eropa

Selanjutnya, Ahkmad Saifullah (AS), Jaelani (JL), Uhar (UR), Nurul Hadi (NH), Nuruh Huda (NUH), Hasan (HS), Sahir (SR), Sugito (SO), dan Samsudin (SD). 18 orang, ini sebagai pihak yang nanti akan menduduki pejabat kepala desa.

Sementara sebagai penerima, yakni Puput Tantriana Sari (PTS), Hasan Aminuddin (HA), Doddy Kurniawan (DK) selaku ASN/Camat Krejengan, Kabupaten Porbolinggo, dan Muhammad Ridwan (MR) selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo.

KPK menyebut Puput sebagai Bupati memanfaatkan kekosongan jabatan untuk melakukan tindak pidana korupsi. Puput mematok harga Rp 20 juta untuk satu jabatan. Dalam hal ini, Puput berhak menunjuk orang untuk mengisi jabatan yang kosong sesuai dengan aturan yang berlaku.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed