oleh

ANTON CHARLIYAN MANTAN KAPOLDA JABAR MENGAPRESIASI KPK YANG SUDAH BERHASIL MEMBONGKAR MONOPOLI PERDAGANGAN LOBSTER CARGO 1800.

Tasikmalaya Indoglobenews

Abah Anton Charliyan sangat mengapresiasi kinerja KPK dapat mengusut dan membongkar perdagangan Lobster Cargo 1800 yang mana banyak sekali kejanggalan dalam pelaksanaannya

banner 970x90

Abah Anton Charliyan yang juga mantan Kapolda Jabar mengatakan agar KPK dapat mengusut sampai ke akar akarnya agar dapat lebih di tertibkan lagi ucapnya

Sama halnya ucapan para pengusaha Lobster menyampaikan ” Kami atas nama para Pengusaha Export Lobster dan Benur Mengucapkan Apresiasi yg Setinggi-setingginya kepada KPK yg sudah berhasil membongkar Monopoli Export Benur dan Lobster yg memang dirasakan sangat Mencekik dan membingungkan para exportir saat ini.

Baca Juga  Mantan Menpora Imam Nahrawi diisolasi saat masuk Lapas Sukamiskin

Perdagangan Export lobster dalam negri pasca dibuka perizinnya secara resmi ditahun 2020 langsung mendapat sambutan luar biasa dari para pelaku usaha, karena memang merupakan sektor bisnis yg sangat menjanjikan sampai-sampai dalam waktu singkat kurang lebih terdaptar 60 perusahaan.

Namun sayang dalam pelaksanaanya selalu ada ketimpangan antara tujuan dan cara. Selalu ada saja yang memanfaatkan celah bisnis ini dg dibuatnya aturan, dengan dalih utk menertibkan dan menyederhanakan proses Export ini, Namun kenyataanya mejadikan biaya jadi High Cost.

Karena terjadinya Monopoli berupa kolusi Antara ACK dg birokrasi
Termasuk monopoli bahwa exportir dari indonesia harus kirim ke 6 PT yg di tunjuk asosiasi (PELOBI) yang harga belinya lebih rendah, hal ini sudah merupakan indikasi adanya praktek suap (fee).Padahal buyer kita bisa jual selisih 5-10 rb buat Benur jenis mutiara , 1-2 rb buat Benur jenis pasir. Dari sisi cargo pun di kondisikan dengan harga Per ekor padahal Cargo biasanya per Kg. Berapa besar keuntungan dari pengiriman Cargo saja. Kemudian Kalau jualnya di luar 6 PT yg di tunjuk, Pelobi Cargo sengaja tidak akan memberangkatkannya, Disini makin terlihat Monopoli nya, sementara 6 PT yg di tunjuk tersebut belum teruji masalah pembayaran dan teknis sortirannya.

Baca Juga  Kapolsek Cijeruk Giat Bansos Air Bersih Bagi Warga Masyrakat

Sebagai bukti konkrit disini ada informasi langsung dari Vietnam sebagai negara tujuan export, bahwa ke 6 PT tersebut juga bermasalah dengan pemerintah vietnam, bahkan ditemukan ada beberapa dokumen yg di palsukan.

Kami berharap KPK kali ini Tidak setengah-setengan ,Mentri bisa saja ditangkap tapi jika jaringanya tetap dibiarkan sama saja dg bohong, Usut sampai Tuntas Semua oknum dan jaringan yg terlibat sampai ke Akar-akarnya.

Bravo KPK ,tunjukan bahwa Hukum benar-benar bisa menjadi pelindung dunia usaha di republik ini.(RS)

banner 970x90

Komentar

News Feed