oleh

Anton Charliyan Dukung Mendagri Tolak Ijin FPI

-other-14.412 views

Irjen Pol.(Pur) DR. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N.

JAKARTA – Sebagai Warga Negara Indonesia sekaligus mewakili tokoh budaya dan agama yang cinta damai, sangat sepakat dengan keputusan tegas pemerintah, hal ini adalah Mendagri, Menag, Menkopolhukam, Untuk tidak Memperpanjang Izin FPI (Front Pembela Islam). Pemerintah seharusnya mengambil langkah tegas. Dalam hal ini diungkapkan Irjen Pol. (Pur) DR. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N.

Menurutnya seharusnya FPI itu dibekukan sejak dari dulu, jangan sampai ternina bobokan lagi, sudah jelas selama ini ormas FPI ini lebih banyak membuat masalah dan membuat susah pemerintah dan rakyat lebih banyak Mudharatnya dari pada Manfaatnya.

Sebagian besar bahwa FPI itu, yang kerap berbuat rusuh, ribut , meresahkan, suka demo, suka main hakim sendiri, suka kroyokan, razia tempat hiburan, keras kepala, tidak mau kalah, mau menang sendiri, sok paling benar, sok paling suci, bersikap sara dan intoleran,” katanya.

Hal tersebut bisa dilihat faktanya di media bahkan dia pun sampai main hakim sendiri pembakaran markas GMBI, razia tempat hiburan atribut Natal di Jakarta , Tasikmalaya sampai ribut, bentrok dengan aparat dan masa lainnya.

Baca Juga .....  Pemkab Garut Melaksanakan Penyemprotan Desinfeksi di Pusat Kota, Upaya Meminimalisasi Penyebaran Virus Covid-19

Lebih lanjut dikatakan, ini adalah beberapa pendapat dan kajian dari berbagai sumber bekerja sama dengan hasil kajian Wahid Foundation, Stara Institute, kenapa masyarakat tidak suka dan tidak nyaman dengan keberadaan FPI (Front Pembela Islam) adalah:

1.Kelompok masa yang mengatas namakan agama, tapi sering membuat keributan dan kekerasan.

2, Kelompok masa yang suka main hakim sendiri, melebihi kewenanganya (merazia tempat hiburan, atribut Natal, menghakimi orang yang tidak sefaham dan sebagainya).

3.Kelompok masa yang merasa paling suci dan paling beragama.

4. Kelompok masa yang tidak segan – segan mengkafirkan orang yang lain bila bertentangan dengan kehendaknya, sekalipun seorang ulama besar yang satu agama.

5. Kelompok masa yang akhir -akhir ini pemimpinnya menobatkan diri sebagai Imam besar, dan terkesan para pengikutnya lebih mengkultuskan Imamnya sebagai satu – satunya pemimpin yang harus ditaati, baik dalam kehidupan beragama maupun bernegara, yang mengakibatkan jadi kelompok exlusif, baik dalaam beragama maupun bernegara, bahkan terkesan membuat Negara dalam Negara.

6. Kelompok yang mengatas namakan agama yang seharusnya mengedepankan syiar tapi kenyataanya lebih berorientasi kepada Politik Praktis.

Baca Juga .....  Satu Orang Warga Garut Dinyatakan Positif Virus Corona.

7. Kelompok yang selalu mendukung kelompok – kelompok Radikal dan Intoleran termasuk telah berikrar mendukung ISIS dan HTI.

8. Kelompok yang Selalu menyerang kebijakan – kebijakan Pemerintah.dengan cara yang cukup Norak.

9. Kelompok ini beranggotakan orang – orang Indonesia, tapi sepertinya lebih bangga dengan adat dan budaya timur tengah, termasuk dalam berbahasa, bahkan cenderung membenci adat dan budaya nusantara, ( kasus vampur racun, menolak Islam nusantara ) padahal mereka tinggal tidur, makan, di bumi Nusantara.

10. Kelompok masa yg paling rajin menyuarakan dan bersikap Intoleran bahkan menjurus kearah Sara terhadap agama lain, dan suku keturunan, terutama pelarangan ibadah, dan labelisasi kelompok lain yang dianggap tidak satu faham dengan mereka (pelarangan ibadah umat Nasrani di Gedung Gazibu Bandung, razia atribut Natal, labelisasi kafir, aseng ) banyak lagi namun tidak bisa disebutkan semua disini, Tapi yang terpenting dari semua itu, tujuan utama kelompok ini juga dalam AD – ART nya adalah ingin membentuk NKRI beryariah dengan sistem negaranya Khalifah.

“Ini sudah jelas bertentangan dengan ideologi falsafah dan tujuan Negara kita dalam kehidupan Berbangsa dan bernegara yang sudah Final sejak Kemerdekaan Th 1945.

Baca Juga .....  Ratusan Penumpang Kendaraan Dicek Suhu Tubuhnya Antisipasi Covid-19.

Otomatis sudah menolak ideologi Pancasila sebagai satu – satunya ideologi bangsa,” jelasnya.

Ia berpendapat dengan keberadaan kelompok ini, yang ternyata lebih banyak minusnya dari pada plusnya, yang jelas sudah membuat resah bahkan muak sebagian besar masyarakat Indonesia.

Sebagai masyarakat Indonesia , anak bangsa yang cinta akan NKRI dan Pancasila, yang menginginkan hidup berbangsa dan beragama dengan tertib aman dan damai,” harapanya.

Pihaknya mendukung upaya dan kebijakan pemerintah untuk tidak memperpanjang izin FPI bahkan jika perlu membubarkan dan sejaligus menertibkan Ex anggota – anggotanya sampai tuntas.

“Maju terus Pak Tito, Pak Mahfud Md, Pak Fahrurozy, jangan pernah takut sedikitpun.

Kami semua ada dibelangkangmu, sampai titik darah penghabisan, ini eranya Indonesia maju, kita semua harus berani maju untuk Indonesia yang lebih aman damai dan sejahtra tanpa adanya hoax, fitnah, adu domba dan keributan yang mengatas namakan agama, yang selama ini cukup lama telah membuat kami jadi muak semua,” pungkas Irjen. Pol. (Pur) DR. Drs. H. Anton Charliyan, (Red)**

Editor : Udg

Komentar

News Feed