oleh

ADU STRATEGI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PADA DEBAT PILKADA KAB.SUKABUMI

KPU SELENGGARAKAN DEBAT KANDIDAT PILKADA KAB.SUKABUMI

Kemarin, Selasa 24/11/2020 di Hotel Augusta Sukabumi Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelenggarakan rangkaian debat pilkada yang diikuti oleh 3 (tiga) kandidat dalam pemilihan bupati-Wakil Bupati Kab.Sukabumi, yaitu Paslon No.urut 1 (Adjo-Iman), Paslon No.urut 2 (Marwan-Iyos) dan Paslon No.urut 3 (Abu Bakar-Sirojudin)

banner 970x90

Dalam salah satu sesi untuk penajaman visi-misi, para kandidat ditanyakan oleh panelis untuk menyampaikan visi dan misinya dalam mengatasi kemacetan dan pembangunan infrastruktur di Kab.Sukabumi.

Paslon No.Urut 1 (Adjo-Iman) menyampaikan untuk mengatasi kemacetan, maka jika terpilih mereka akan mengawal dan mendorong pembangunan jalan tol agar dapat berjalan terus dengan lancar, mengawal pembangunan jalan provinsi dan jalan kabupaten juga akan terus ditingkatkan pembangunan dan pemeliharaannya, juga jalan-jalan desa akan difasilitasi oleh Pemda agar dapat dibangun dan dipelihara. Paslon ini juga menyampaikan akan memperketat pengawasan pembangunan jalan untuk meningkatkan kualitasnya.

Baca Juga  Sebanyak 279 Orang Pelayan Publik Melaksanakan Vaksinasi Covid-19.

Paslon no.urut 2 (Marwan-Iyos) menanggapi pertanyaan tsb menyampaikan untuk mengatasi kemacetan hal yang akan dilakukannya adalah bahwa untuk memastikan konektivitas berjalan dengan baik,maka jika terpilih mereka akan membangun jalan lintas, diantaranya pembangunan Jalan lintas Nagrak-Cicurug untuk mengatasi kemacetan di Parung Kuda-Cicurug, konektivitas pembangunan jalan Kadudampit-Sokaraja dalam upaya membuka akses pariwisata dan pembangunan jalur lingkar Pelabuhan Ratu-Cisolok untuk mengatasi kemacetan di Pelabuhan Ratu dan membuka akses pariwisata di geopark Ciletuh, selain itu pasangan ini juga menekankan prioritas manfaat dalam pembangunan infrastruktur.

Sedangkan Paslon No.Urut 3 (Abu Bakar-Sirojudin) menanggapi pertanyaan tsb menyoroti jalan-jalan yang masih banyak rusak dan berjanji akan melibatkan masyarakat dalam pembangunannya karena hal tsb menjadi permintaan utama masyarakat desa dan menekankan agar pembangunan tsb menjadi wasilah atau asas kebermanfaatan bagi masyarakat. Dalam pengawasan paslon ini juga menjanjikan akan menggunakan E-Budgeting dalam penganggaran dan E-Planning dalam perencanaan untuk mengatasi kebocoran anggaran. Paslon ini juga menawarkan relokasi pabrik dalam upaya mengatasi kemacetan agar tidak berada dijalan-jalan utama.

Baca Juga  DPRD KABUPATEN SUKABUMI GELAR RAPAT PARIPURNA YANG KE-8 TAHUN SIDANG 2019

Masing-masing paslon dalam debat publik ini, diberikan waktu 1,5 menit dalam menyampaikan pandangannya.red

banner 970x90

Komentar

News Feed