oleh

Ada Indikasi Aliran Dana Bansos Ke Partai Politik,PDIP Tantang Buktikan Aliran Suap Bansos

-Nasional-52 views

Jakarta-Indoglobe News

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami Kemungkinan uang yang mengalir ke partai politik dari hasil tindak pidana korupsi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020

banner 970x90

Diberitakan Majalah Tempo sebelumnya, sejumlah pejabat hingga para calon kepala daerah yang diusung partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu,diduga ikut menerima aliran dana dari perkara dugaan suap bansos Covid-19 yang membelit Mensos nonaktif Juliari Peter Batubara

Aliran duit bahkan disebut diterima oleh seorang ketua komisi di DPR RI hingga pejabat di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),Program bansos Covid-19 diduga dirancang untuk menjadi proyek bacakan

Baca Juga  Diperiksa KPK, Bos PT Adonara Propertindo Dicecar Soal Pengadaan Tanah di Munjul
Ilustrasi Bantuan Sosial Penanganan Covid-19

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Bambang “Pacul”Wuryanto menantang pihak yang menuding partainya mendapatkan upeti atau jatah dari aliran dana suap bansos Covid-19 yang menyeret menteri sosial nonaktif Julian,untuk membuktikan tuduhan tersebut

Bambang mengaku tak terima dengan tudingan tersebut.Dia memastikan bahwa tuduhan itu tak akan bisa dibuktikan

“Saya pastikan dia tidak akan bisa membuktikan,Saya Ketua Pemenangan Pemilunya marah,”tegas Bambang,Minggu (20/12/2020)

Tercatat ada enam perusahan yang diduga menerima proyek penyaluran bansos dari kemensos.Selama beberapa bulan terakhir ,mereka mendapat jutaan proyek paket bansos dengan nilai anggaran rata-rata diatas Rp.300 miliar.

PT Sri Rezeki Isman Tbk atau Sritex adalah satu dari enam perusahaan yang ditunjuk kemensos menggarap proyek pembuatan tas kain untuk penyaluran bansos.Padahal,semula,proyek ini dijanjikan kepada perusahaan kecil dan menengah

Baca Juga  Mahfud Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Kasus Ustaz Diserang & Mimbar Masjid Dibakar

Nama Sritex muncul setelah mendapat rekomendasi dari anak Presiden Joko Widodo yang maju di solo,Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi hal itu,manajemen PT Sritex membantah dan mengatakan bahwa pihaknya tak pernah berinisiatif untuk meminta proyek pembuatan tas kain penyaluran bansos Covid-19 di Jawa Tengah.Penawaran menurut Corporate Communication PT.Sritex Joy Citradewi justru datang dari pihak kemensos

“Imformasi dari Marketing,kami di approach oleh Kemensos untuk pemesanan (tas) bansos ini,”ujar Joy Citradewi,Minggu (20/12/2020)

Dalam kunjungannya ke pabrik Sritex di Kabupaten Sukoharjo pada pertengahan Juli lalu,Sekretaris Jenderal Kementrian Sosial Hartono Laras menyebut,Kementriannya menggandeng PT Sritex untuk membuat 1,9 juta tas kain.

Namun Joy enggan membeberkan berapa harga dan jumlah tas yang dipesan Kemensos,dia juga mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan Gibran yang disebut merekomendasikan perusahan tersebut mendapat proyek pembuatan tas kain bansos.

Baca Juga  Menteri PUPR Bongkar Penyebab Banjir Terus Berulang Tiap Tahun

“Tidak ada komunikasi dengan Mas Gibran,”ujar Joy

Melalui juru bicara KPK Ali Fikri menuturkan bahwa penyidik akan mendalami imformasi tersebut termasuk dengan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Saat ini proses menyelesaikan berkas perkara tersebut masih terus berlangsung,”kata Ali Fikri,Senin (21/12/2020)

“Namun demikian tentu terkait,materi penyidikan tidak bisa kami sampaikan saat ini karena semua akan terbuka pada waktunya nanti ketika proses persidangan yang terbuka untuk umum,”sambungnya(dadi)

banner 970x90

Komentar

News Feed