oleh

300 Meter Tanggul Citarum di Kabupaten Bekasi Amblas, 4 Kecamatan Terancam Banjir

-Nasional-66 views

Bekasi-Indoglobe News

banner 970x90

Tanggul kritis Sungai Citarum sepanjang 300 meter di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, amblas. Warga khawatir tanggul tersebut sewaktu-waktu jebol karena saat ini masih memasuki musim hujan.

Camat Cabangbungin Asep Buchori mengatakan, tanggul amblas karena saat ini di sepanjang tanggul kritis sedang dilakukan pekerjaan penurapan. Diduga karena kontur tanah yang labil sehingga tanggul menjadi amblas.

“Sebenarnya di sini ada 700 meter tanggul kritis. Nah sekarang sedang dilakukan penurapan, mungkin karena tanahnya labil jadinya amblas,” kata Asep, Selasa (4/1).

Tanggul kritis yang amblas tersebut diakui Asep rawan jebol jika terjadi hujan terus menerus dan debit air meningkat dari hulu Sungai Citarum.

Baca Juga  Jokowi: Jika UU ITE Tak Bisa Beri Keadilan, Saya Minta Revisi, Hapus Pasal Karet

“Kalau intensitas hujan terus menerus selama 20 hari, kemudian air meluap dari hulu maka bisa jebol (tanggul yang amblas). Apa lagi ini tanggul yang amblas posisinya di belokan, hantaman air keras maka bisa jebol tanggulnya,” ungkap dia.

Tanggul kritis Sungai Citarum di Kecamatan Cabangbungin amblas sejak Minggu (1/1) kemarin. Titik tanggul yang amblas tersebut kemudian semakin parah hingga sepanjang 300 meter sejak Senin (2/1).

“Penurapan dilakukan sejak sebulan yang lalu, dilakukan tindakan kegawatdaruratan. Nah amblasnya itu mulai jam 4 sore hari Minggu kemarin, tapi cuma sedikit. Nah parah-parahnya pas hari Senin, makin panjang. Jadi untuk sementara pengerjaan penurapan dihentikan, khawatir semakin amblas,” ungkap Asep.

Baca Juga  Jokowi Minta Sineas Indonesia Tetap Produktif Tingkatkan Kualitas Perfilman

Titik tanggul kritis Sungai Citarum di Kecamatan Cabangbungin, lanjut Asep, harus segera diperbaiki secara permanen. Karena jika jebol, maka luapan air Citarum bisa merendam hingga empat kecamatan.

“Tiga sampai empat kecamatan dan delapan desa di Cabangbungin bisa terendam hingga ketinggian air dua meter kalau tanggul kritis yang amblas itu jebol. Di sini ada 55 ribu penduduk dan 30 ribu hektare area pertanian, kalau terjadi bencana (tanggul jebol) maka akan lebih sulit lagi pemulihan ekonominya,” katanya.

Untuk mengantisipasinya, pihak Muspika Cabangbungin sudah menyiapkan lokasi evakuasi warga di kantor kecamatan jika tanggul jebol.

“Kami dengan BPBD, Linmas, Polsek dan Koramil sudah membuka posko di pinggir Citarum, kami juga sudah bikin petunjuk evakuasi. Untuk warga yang dievakuasi, kami sudah membuka tenda di kantor kecamatan,” katanya.

Baca Juga  PKS dan Golkar Harap Politik Identitas Ditingalkan

Selain upaya tersebut, sejumlah langkah-langkah sudah dilakukan. Namun menurut Asep, upaya tersebut belum bisa menyelesaikan persoalan.

“Kemarin sudah memasang turap pakai bambu, beronjong, tapi itu bukan menyelesaikan masalah. Karena memang harusnya dilakukan perbaikan permanen tanggulnya. Perbaikan tanggul permanen tidak bisa dalam waktu dekat, tapi harus dalam waktu dekat. Tidak bisa singkat tapi harus segera dilaksanakan perbaikan secara permanen,” tutup dia.(dd)

banner 970x90

Komentar

News Feed