oleh

Gunung Semeru Jawa Timur Meletus Pada Dini Hari dan Warga Panik Karena Semeru Erupsi dan Semburkan Abu Vulkanik Serta Krikil

LUMAJANG INDOGLOBE.NEWS – Gunung Tertinggi di pulau Jawa Semeru mengalami peningkatan aktifitas.
Gunung Semeru di Jawa Timur dilaporkan meletus, Selasa 1 Desember 2020 dini hari, hanya berselang dua hari setelah sebelumnya Gunung Ile Lewotolok di NTT meletus pada 29 November 2020.Bahkan, warga di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo di Dusun paling dekat dengan puncak Semeru mengungsi mandiri, Selasa (01/12/2020).

Sejak November 2020, total ada 4 gunung meletus di Indonesia, yaitu Gunung Merapi, Sinabung, Ile Lewotowok dan kini Gunung Semeru di Jawa Timur.

banner 970x90

Pasalnya, terjadi letusan dan hujan abu menjelang subuh disertai kerikil yang cukup lebat dan warga menjadi khawatir. Warga banyak berada di jalan dan turun ke daerah yang lebih jauh dari lereng Semeru.

Wawan Hadi Siswoyo, Kabid PKL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang membenarkan adanya peningkatan aktifitas Semeru. Namun, Wawan membantah jika Semeru meletus besar.

Baca Juga  Panglima dan Kapolri Ingatkan Forkompimda Blora Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19

“Iya, warga melakukan evakuasi mandiri karena adanya peningkatan aktifitas gunung Semeru. Tim TRC sudah menuju lokasi,” jelasnya.

Uun, warga Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo menyatakan Semeru keluarkan abu. Terdengar suara seperti ban pecah yang sangat keras, saat warga keluar air hujan sudah berubah warna karena bercampur dengan abu vulkanik.

“Warga Dusun Gumuk Mas sudah mengungsi mas, hujan abu tebal dan juga kerikil,” paparnya.

Karno, warga Pronojiwo yang lain juga menginformasikan bahwa erupsi gunung Semeru membuat air hujan berubah coklat karena bercampur dengan abu vulkanik. Di Dusun terdekat dengan puncak Semeru juga tercium bau belerang.

“Sekarang di Pronojowo warga pada keluar rumah, warga khawatir dan mengungsi secara mandiri,” pungkasnya.

Baca Juga  KOTI AM militan Jateng Yang di pimpin Nur Amin,SH. Meringati hari sumpah pemuda yang ke-93 dan ulang tahun pemuda pancasila yang ke-62

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jatim mengatakan setidaknya ada 550 warga yang mengungsi setelah Gunung Semeru meletus.

Menurut pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), meletusnya gunung semeru yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang Jawa Timur, mengeluarkan awan panas hingga sejauh 3.000 meter ke arah Besuk Kobokan di Kabupaten Lumajang .

Menurut Raditya, pada saat terjadi guguran awan panas warga yang berada di KRB wilayah Kamar A, Curah Koboan, dan Rowobaung di wilayah Kecamatan Pronojiwo mulai melakukan evakuasi secara mandiri.

“BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan sebanyak 550 warga mengungsi setelah Gunung api Semeru mengeluarkan awan panas guguran,” kata Raditya, Selasa 1 Desember 2020.

“Berdasarkan data sementara pada Selasa , pukul 09.00 WIB, pengungsian tersebar ada di dua titik, yaitu di pos pantau sebanyak 300 jiwa, sedangkan sisanya di Desa Supiturang,” lanjutnya.

Baca Juga  Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro Terapkan Managemen Kontijensi Penanganan Covid 19 di Jawa Tengah Khususnya Kota Kudus

Ia menjabarkan beberapa lokasi yang berpotensi terdampak aktivitas debu vulkanik semeru. Diantara lain yaitu Desa Supiturang, Desa Oro-oro Ombo, Desa Rowobaung, dan Desa Sumberwuluh.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, hasil pemantauan PVMBG di Pos Pengamatan Gunung Semeru di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, menunjukkan jarak luncur awan panas Semeru Selasa pukul 01.23 WIB, sekitar 2.000 meter.

Pada pukul 02.00 bahkan mencapai 3.000 meter. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hujan yang bercampur abu vulkanik terjadi pada pukul 03.00 WIB, di sekitar pos pengamatan.

Tak lama kemudian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang turun ke kawasan rawan bencana (KRB) I untuk memonitor situasi.@.Frend.

banner 970x90

Komentar

News Feed