oleh

1 Hektare Lebih Kayu Dikawasan Alas Burno Ditebang Pihak Perhutani

LUMAJANG-Sejumlah kayu di kawasan di kawasan Alas Burno Hutan Damaran area Wisata Siti Sundari, Kabupaten Lumajang, ditebang pihak Perhutani. Penebangan secara besar-besaran itu, berlangsung di sekitar 1 hektare lebih, kawasan tersebut.

Asper Perhutani Wilayah Senduro, Lesmana, ketika dikonfirmasi terkait penebangan hutan, mengatakan bahwa penebangan yang dilakukan sudah sesuai prosedur. Tujuan penebangan, dimaksudkan untuk dilakukan peremajaan. Jadi, setelah dilakukan penebangan, akan dilakukan penanaman kembali di kawasan yang sama.

banner 970x90

“Insya Allah, akan kembali ditanami kembali. Sistem silvikltur Perhutani, tebang habis permudaan buatan. Artinya, tebang – tanam. Sesuai dengan surat Perintah Tebang di 3,3 hektare,” katanya singkat.

Baca Juga  Siasat Polisi, Pemudik Asal Jakarta Sembunyi di Truk Tertutup Terpal

Mensikapi hal itu, justru memunculkan kekhawatiran tersendiri. Dengan pertimbangan, penebangan pohon-pohon yang berukuran besar, akan memiliki dampak pada lingkungan.

“Akibat penebangan hutan, kita khawatir banyak pengaruh terhadap lingkungan kita. Seperti pasokan air, akan berkurang dan juga bisa mengakibatkan longsor. Apalagi daerah itu merupakan kawasan pegunungan,” ungkap Ketua Lanusa Lumajang, Decky Agung Setyobudi SE, kepada Indoglobenews.co.id dan Memontum.com, Kamis (05/11/2020) pagi.

Menurut Decky, kerusakan hutan dibanding upaya perbaikannya, sangat jauh dari harapan. Dikhawatirkan, yang terjadi malah hutan kian merana. Fungsi-fungsinya juga luruh. Padahal, fungsi itu untuk menjaga bumi agar berumur panjang. Pihaknya berencana akan mempertanyakan hal itu pada Perhutani.

“Fakta di lapangan, hutan kita semakin habis. Meluasnya kerusakan itu lantaran kurangnya pengawasan. Saya curiga, itu akan dijadikan ‘sesuatu’ karena yang ditebang persis di samping kawasan Siti Sundari. Hutan kok malah digunduli, bukannya harus dijaga,” terangnya.

Baca Juga  TRANSAKSI SABU DI RUMAH KOSONG, PELAKUNYA KEBURU DI CIDUK POLISI

Lebih lanjut dirinya menerangkan, secara harfiah, hutan memiliki fungsi orologis untuk mencegah erosi. Hutan juga berfungsi klimatologis atau mengatur iklim agar stabil. Jika tidak ada hutan, bisa saja bumi kehilangan sumber mata air dan mengalami kekeringan. Sekarang ini, hal itu sudah dirasakan. Apalagi bila musim hujan sering terjadi bencana banjir dan longsor dimana – mana.

“Harusnya pengembalian fungsi hutan sudah menjadi harga yang tidak dapat ditawar lagi. Recovery hutan membutuhkan waktu tak singkat dan harus terus dijaga berkelanjutan. Bukan sekadar tanam lalu dibiarkan begitu saja,” tegasnya.@.Team.

banner 970x90

Komentar

News Feed